Surat dari Redaksi
Bacaan Sebelum Nyoblos
Sejarah Indonesia mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya, presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, tidak dibutuhkan lagi perwakilan-perwakilan. Pemilihan tahap pertama pekan depan, 5 Juli. Kalau hasilnya belum ada pasangan calon presiden dan wakil presiden yang meraih suara di atas 50 persen, pemilihan tahap kedua dilangsungkan lagi 20 September nanti. Pokoknya, dalam tahun ini rakyat tak boleh bosan mencoblos.
Kami tak mau kalah. Bukan urusan coblos-mencoblos, melainkan membuat sejarah baru. Yakni, untuk pertama kalinya Majalah TEMPO terbit menyimpang dari jadwal, atau istilah yang lebih keren terbit non-reguler. Bentuk edisi khusus sebelumnya semuanya tergolong reguler dengan nomor dan tanggal terbit yang sudah jauh-jauh ada jadwalnya. Yang Anda pegang sekarang ini, pembaca yang budiman, adalah TEMPO tanpa nomor edisi. Ya, inilah TEMPO yang "bersejarah" itu.
Apa isinya? Sebelum Anda membukanya, kami memberi sekadar bocoran. Yang utama tentu saja memaparkan apa misi dan visi kelima pasangan calon presiden dan calon wakil presiden itu. Jangan dulu merasa bagian ini tidak penting, karena yang kami sajikan bukan "sebotol kecap", melainkan "kecap" yang sudah kami urai di mana manisnya, di mana asinnya, bahkan di mana busuknya. Artinya, tentu saja kami menyajikan dengan kritis, khas jurnalistik TEMPO.
Kami juga berhasil membujuk kelima calon presiden agar menulis kolom di majalah ini, agar bapak dan ibu calon presiden itu bisa memaparkan sendiri apa yang akan dilakukannya jika kelak terpilih menjadi presiden.
Edisi khusus ini sudah kami rancang sejak tiga bulan lalu dengan koordinator Arif Zulkifli, Nezar Patria, Nugroho Dewanto, dan Nurdin Kalim. Tentu saja mereka dibantu para reporter dan fotografer. Mereka bekerja membuntuti semua calon presiden berkampanye ke daerah-daerah. Termasuk tugas penting tadi, membujuk dan meminta khusus kepada calon presiden supaya menulis kolom itu.
Perencanaan boleh lama, tetapi mengerjakannya ternyata tidak mudah. Mencari bahan ke tim sukses calon presiden, minta ampun, betapa sulitnya. Masalahnya, kami tak mau menulis yang baik-baik saja, karena kami bukanlah tim sukses calon presiden, kami hanya tim sukses calon pemilih. Bahan yang terkumpul tetap datang pada saat-saat akhir. Tim redaksi bekerja keras menyelesaikan tulisan yang enak dibaca, tim foto bekerja keras memilih foto yang bagus dilihat, dan tim desain begadang setiap malam membuat tampilan yang sedap. Untung ada selingan sepak bola Piala Eropa.
Nah, kalau Anda masih bingung akan memilih siapa nantinya, atau sudah punya pilihan tetapi masih ingin menimbang-nimbang lagi, bacalah edisi khusus ini. Mencoblos hanya membutuhkan waktu tak sampai lima menit, tetapi salah mencoblos akan menyesal lima tahun. Daripada menyesal, bacalah edisi khusus ini sebelum menuju tempat pemungutan suara. Selamat membaca dan selamat mencoblos sesuai dengan hati nurani. n