Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Donald Pandiangan Tutup Usia
Rabu, 20 Agustus 2008 | 18:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dunia olahraga Indonesia kembali kehilangan tokoh besar. Mantan atlet panahan era 1980-an, Donald Pandiangan tutup usia dalam usia 62 tahun, di RS M.H. Thamrin Jakarta Pusat akibat serangan stroke pada pukul 07.00 WIB.

Donald mendapatkan serangan stroke sejak tiga hari yang lalu. Sejak itu atlet yang dikenal sebagai Robin Hood Indonesia ini berada dalam perawatan di ruang I.C.U RS Thamrin. Dalam perawatan tim dokter menemukan gangguan pada ginjal dan otak Donald. Di mata keluarga, para kolega, dan anak asuhnya, Donald Pandiangan terkenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin.

Teman lama Donald mantan Sekretaris Jenderal PB Persatuan Panahan Seluruh Indonesia Udi Harsono menilai sebagai atlet, Donald sangat gemilang. "Sayang sekali dia terlambat masuk cabang panahan, jika dia masuk lebih awal pasti prestasinya bisa lebih tinggi," kata Udi yang telah mengenal Donald sejak awal tahun 1970 ini.

Udi menilai Donald pribadi yang keras dan penuh disiplin tinggi. "Bahkan dia yang menyusun program latihan untuk dirinya sendiri dalam berlatih," katanya. Tak mengherankan jika Robin Hood Indonesia ini bisa mempunyai kesempatan unjuk gigi di Olimpiade Montreal 1976. Pria kelahiran Sidikalang 62 tahun yang lalu ini bersama seorang rekannya Leane Suniar berlaga di sana. Donald berhasil mencapai peringkat 16 dunia. Sedangkan Leane mencapai peringkat 11 dunia.

Di mata anak asuhnya, Donald terkenal sebagai pelatih yang keras. Indrie H.P Koentjoro - yang juga merasakan sistem kepelatihan Donald, merasa di lain sisi Donald adalah sosok yang kontroversial. "Jika kita tidak terlalu kenal pasti kita merasa dia orang yang terlalu keras," katanya mengenang.

Meski Indrie tidak resmi terjun menjadi atlet, namun dia sering memberikan bantuan bagi Donald saat dia menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PERPANI. "Seringkali orang salah menafsirkan perkataan dia dan menjadi sakit hati, padahal itu sudah menjadi sifatnya dan itulah yang sering mengundang kontroversi," katanya.

Kontroversi juga sempat terjadi saat Donald melatih atlet-atlet panahan di Singapura sejak awal tahun 2005 lalu. Menurut Indrie, hal itu dilakukannya sebagai reaksi atas keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia yang menginginkan Donald tak lagi menjabat kepala pelatih pelatnas. "Mungkin itu sebagai ungkapan sakit hatinya," katanya.

Padahal, berkat asuhan Donald Pandingan, Trio Srikandi Indonesia Lilies Handayani, Nurfitriana dan Kusumawardhani meraih perak di Olimpiade Seoul 1988. Lilies pun menyempatkan diri untuk menjenguk sang pelatihnya beberapa kali. "Dia (Lilies) sempat datang kemarin untuk menjenguk dan pagi tadi langsung juga datang lagi," kata kerabat Donald.

Donald meninggalkan seorang isteri, Paulina Saune, dan empat orang anak. Ola - panggilan sang istri, menyatakan kondisi Donald telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. "Kondisinya memang agak menurun dalam tiga bulan ini, namun tetap saja dia sibuk dalam urusan panahan ini, terakhir dia sibuk saat menjelang Olimpiade," katanya.

Sampai Rabu (20/8) sore ini jenazah Donald Pandiangan disemayamkan di Rumah Duka PGI Cikini. Jenazah akan dimakamkan Kamis (21/8) siang di Taman Pemakaman Umum Pondok Rangon Jakarta Timur. Sekretaris Jenderal PB PERPANI Djati Waluyo menyatakan bahwa Indonesia telah kehilangan tokoh olahraga besarnya. "Pak Donald dan panahan memang sesuatu yang tidak pernah dapat dipisahkan, dan sampai sekarang belum ada sosok yang mampu menggantikan beliau," katanya.

Ezther Lastania

Dari Arsip Majalah TEMPO
Perginya Sosok Teduh, Buya Ismail | 04 April 2005
Mengenang Kuntowijoyo Membangun Jembatan | 28 Pebruari 2005
Dia yang Tak Pernah Takluk | 28 Pebruari 2005
Pastor Jenaka yang Tajam | 28 Pebruari 2005
In Memoriam | 28 Pebruari 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Pak Kiyuk Telah Tiada  | 08 Desember 1998
Album | 17 Januari 2005
Meninggal  | 10 November 1998
Meninggal  | 13 Oktober 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pelayat Bos Gudang Garam Borong Kamar Hotel
Sejumlah Tokoh Jemput Jenazah Sjahrir di Soekarno Hatta
Jenazah Sjahrir Tiba di Indonesia Malam Ini
Komisaris KAI Oemar Berto Tutup Usia
Ibu dari GKR Hemas Meninggal Dunia
Wali Kota Palangkaraya Tutup Usia
Presiden Melayat Bang Ali
Kalla Melayat Bang Ali
Pemakaman SK Tri Murti Dipercepat
Jenazah Ali Sadikin Telah Sampai di Rumah Duka
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131611 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data