Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Super League 2008

PSMS Medan Pecat Iwan
Senin, 04 Agustus 2008 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PSMS Medan akhirnya memecat pelatih Iwan Setiawan dengan alasan perbedaan visi, demikian diungkapkan Direktur Utama PT Togos Gopas, sekaligus pengelola PSMS Medan, Sihar Sitorus, Senin (4/8).

Sihar mengatakan, keputusan pemecatan Iwan diambil setelah melihat hasil dari dua pertandingan yang dilakoni tim tersebut. Kegagalan PSMS meraih poin penuh dalam dua laga terakhir menjadi indikator bahwa metode yang dijalankan Iwan kurang berhasil. "Metode yang ia gunakan sulit dicerna oleh pemain," katanya saat dihubungi Tempo.

Dengan kondisi seperti ini, obsesinya untuk membawa kesebelasan kebanggaan Kota Medan itu untuk menjuarai Indonesia Super League 2008, diragukan bisa terwujud.

Namun, meski tanpa pelatih kepala, Sihar tetap yakin timnya mampu meladeni tantangan Persija pada Rabu (6/8) di Stadion Jatidiri, Semarang. Untuk sementara, posisi pelatih kepala akan dijabat Rudi Saari yang sebelumnya menduduki kursi asisten pelatih. “Tanpa Iwan, saya yakin PSMS tetap mampu mengimbangi Persija,” tutur Sihar.

Sementara itu, Iwan Setiawan mengaku kecewa dengan pemecatan dirinya yang dinilai tidak adil. Menurutnya, alasan yang digunakan manajemen terlalu mengada-ada. Pasalnya, dalam klausal kontrak tidak ada target juara. "Di kontrak hanya ditulis target 8 besar," kilah dia.

Menurut Iwan, hasil dari dua pertandingan tidak bisa menjadi acuan.Ia juga mempertanyakan keberadaan Parlin Siagian dalam tim yang menurutnya tidak diperlukan. "Ibarat di kapal, ada dua nahkoda dalam satu tim," katanya.

Mantan pelatih Persibom itu pun menyangkal metode yang diterapkanya tidak efektif. Selama ini anak asuhnya menunjukkan peningkatan dari segi permainan dan kemampuan individu. "Jadi metode mana yang sulit dicerna dan payah?" ujarnya.


Fanny Febyanti/BC


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129710 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data