Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

4th World Schools Chess Championships 2008

Dua Juara Dunia Lahir dari indonesia
Senin, 04 Agustus 2008 | 16:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Prestasi membanggakan muncul dari para pecatur cilik Indonesia yang bertarung pada “4th World Schools Chess Championships 2008” yang berlangsung di Singapura, 22-30 Juli 2008, silam.

Kali ini Indonesia melahirkan dua juara dunia baru putri. Mereka adalah Medina Warda Aulia yang menjuarai Kelompok Umur 11 Tahun dan Chelsie Monica Sihite di KU-13 tahun.

Yang lebih mengesankan, Medina sudah memastikan gelar juara dunia pada satu babak sebelum turnamen berakhir. Pecatur cilik didikan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) itu mencetak angka sempurna 8 dari 9 babak yang akan dimainkan, jauh meninggalkan saingan terdekatnya Anna Styazhkina dari Rusia dengan perbedaan dua angka.

Pada babak terakhir Medina bermain remis singkat dengan rekan senegaranya Fransiska Fortunata, sementara Anna menang dari Monika Manuela Hengki dari Indonesia juga. Sehingga ranking akhirnya Medina 8,5 angka, Anna 7 angka. Sekeping perungu juga direbut pecatur Indonesia Yuni Veronika 6 angka.


Bertarung Dramatis

Adapun raihan medali emas yang diraih Chelsie Monica Sihite, didapat lewat pertarungan yang lebih dramatis. Chelsie yang pada babak keenam sempat kalah WO lantaran keteledoran manajer tim yang tidak tahu jadwal pertandingan, mampu merebut kemenangan pada tiga babak berikutnya.

Pada babak terakhir, Chelsie menaklukkan pecatur bergelar MFW Adriana Pachon dari Kolumbia, sementara pimpinan klasemen Anjana Khrisna dari India dikalahkan MFW Danielle Ho En Huei dari Singapura.

Dengan demikian, poin Anjana berhasil disamakan Chelsie dengan 7 angka. Dalam perhitungan nilai tie-break Chelsie dinyatakan unggul atas Anjana dengan 51 angka berbanding 48. Dengan demikian pecatur cilik asal Balipapan itu berhak atas medali emas.

“Tentu saja PB Percasi bangga dan gembira sekali karena ini berarti tradisi juara dunia pada World School Chess Championship tetap terpelihara,” komentar Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya, seperti yang dikutip dari situs Indochess.

Keberhasilan ini mengulang sejarah pecatur Indoensia yang berkiprah di World Schools Chess Championships. Pada perhelatan sebelumnya Indoensia merebut juara melalui Aston Taminsyah (pada 2005 dan 2006), dan Farid Firmansyah (2007).


Bobby Chandra


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129681 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data