Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kaltim Berbagi Emas Tenis dengan Jakarta
Sabtu, 12 Juli 2008 | 12:20 WIB

TEMPO Interaktif, Balikpapan:Dua medali emas cabang tenis Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur dibagi rata antara kontingen tuan rumah dan DKI Jakarta. Petenis Kalimantan Timur menyabet medali emas tenis beregu putri, dan DKI merebut emas untuk beregu putra.

Kalimantan Timur meraih emas lewat andalannya Sandy Gumulya cs dengan menundukkan Jawa Tengah 2-0. Pada final beregu putri, Jessy Rompies tampil mengejutkan dengan mengalahkan petenis unggulan. Mantan petenis nomor satu Indonesia Angelique Widjaja yang membela Jawa Barat dikalahkannya pada babak semi final. Pada partai final Jessy menumbangkan tunggal pertama Jawa Tengah, Lutfiana Aris Budiharto.

Kemenangan ini mempermudah tunggal kedua Sandy Gumulya yang mengalahkan Lavinia Tanata. Kekalahan Jawa Tengah cukup mengejutkan, mengingat mereka sukses menumbangkan tim unggulan DKI Jakarta dengan skor 2-0.

Kemenangan tim putri, gagal diikuti tim beregu putra Kalimantan Timur yang dari DKI Jakarta dengan skor 1-2. Kemenangan Elbert Sie, tidak diikuti para rekannya, terdiri dari M Faisyal Aidil, Sebastian Dacosta dan Surya Wijaya. Mereka tunduk dari permainan DKI Jakarta yang dimotori Christoper Rungkat dan Hendri Susilo Pramono dan Nesa Arta.

Pertandingan beregu putra berlangsung lebih alot. Kalimantan Timur unggul lebih dulu lewat andalannya Elbert Sie yang mematahkan perlawanan Hendri Susilo Pramono. Di tunggal kedua, Christoper Rungkat mampu membalas dengan mengkandaskan petenis Kalimantan Timur M Faisal Aidil sehingga menjadi 1-1.

Pada penentuan, DKI Jakarta berhasil membalik keadaan lewat pasangan ganda Hendri Susilo Pramono-Nesa Arta atas tim Kalimantan Timur sehingga skor menjadi 1-2 untuk tim tamu.

SG Wibisono

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dara Mahkota Menang. Tapi Orang Kuatir | 20 Agustus 1977
Atlit Daerah, Di Mata Juri Daerah | 20 Agustus 1977
Simpang Siur Tanah Senayan | 13 November 1976
Pegawai Disunat PON?  | 16 Maret 1985
Mihun Bakso Dan Mogok Di Solo | 13 September 1986


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Emas Pertama Untuk Aceh
Empat Warga Dayak Mengamuk di Bazar PON
Atlit Angkat Besi Bali Pingsan Saat Lomba
Sumut Jagoan Wushu
PON Kaltim Muluskan Langkah Eko Dan Tri Menuju Beijing
Venue Tinju dan Judo PON 2008 Belum Rampung
Alat Tanding PON Belum Satupun Terpasang
Panitia PON Khawatirkan Pasokan Listrik
Persiapan PON Kalimantan Timur Mengecewakan
Tender Alat PON Dijaga Aparat
> selengkapnya...

Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128064 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data