|
Rijkaard Khawatirkan Kondisi Fisik
Sabtu, 16 Desember 2006 | 18:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajer Barcelona Frank Rijkaard mengatakan klubnya harus lebih baik setelah menggilas Club America 4-0 untuk menembus final Piala Dunia Antarklub. Juara bertahan Liga Champions Eropa itu akan berhadapan dengan Internacional, juara bertahan Amerika Selatan dari Brasil, hari ini.
Rijkaard menilai para pemainnya terlalu mudah kehilangan bola ketika menghadapi America di semifinal, Kamis lalu. Saat itu, Barca masih harus beradaptasi dengan kondisi alam Yokohama setelah menempuh penerbangan jauh dari Spanyol.
"Tampil perdana bagus menolong Anda untuk segera menemukan bentuk permainan terbaik dalam sebuah turnamen. Tapi saya pikir yang kami sudah lakukan itu masih baik untuk diteruskan hari ini. Kami akan membuat beberapa perubahan," kata mantan pelatih tim nasional Belanda itu.
Salah satu hal yang harus dibenahi, menurut Rijkaard, adalah pertahanan. "Kiper kami (Victor Valdes) harus lebih banyak bekerja di babak pertama. Itu berarti ada sesuatu yang harus kami perbaiki. Kami butuh waktu beristirahat beberapa saat untuk menemukan irama permainannya kembali."
Rijkaard bersyukur America tak mampu memanfaatkan kelemahan Barca pada semifinal. Manajer Barca itu baru berhenti khawatir setelah timnya unggul 3-0. Pada penampilan perdananya di Yokohama itu, dia mengatakan Barca tidak punya masalah dengan mental bertanding. "Tapi, secara fisik, kami harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan bentuk permainan terbaik kami."
Beruntung Barca memiliki Ronaldinho dan Deco, yang dengan gemilang mengatur permainan tim. Sesama pemain asal Brasil yang membela dua tim nasional yang berbeda itu masing-masing mencetak satu gol. Keduanya juga berperan atas terjadi gol yang dicetak Eidur Gudjohnsen dan Rafael Marquez.
Lebih lanjut Rijkaard mengatakan secara fisik Barca kurang beruntung dibanding Internacional, yang memiliki waktu lebih lama untuk mengadakan aklimatisasi di Yokohama. "Mereka (Internacional) tim yang hebat dengan pemain yang rata-rata berkualitas teknik tinggi. Mereka datang dari negara tempat sepak bola terus berkembang secara alami."
Ronaldinho sudah siap menghadapi tak hanya lawan di lapangan, tapi juga suporter Internacional, klub yang menjadi musuh bebuyutan dari klub kota kelahirannya, Gremio, di Porto Allegre. Suporter itu tak hanya terbatas pada orang dari Brasil yang banyak bermukim di Jepang, tapi juga dari warga Negeri Matahari Terbit itu. Pasalnya, tokoh-tokoh sepak bola Brasil banyak berperan memajukan sepak bola Jepang.
AFP | AP | PRASETYO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|