Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jambi Yakin Menangkan Sengketa Pulau Berhala
Jum'at, 01 Agustus 2008 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jambi:Pemerintah Provinsi Jambi tetap merasa yakin akan memenangkan sengketa tentang kepemilikan Pulau Berhala, walau Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga mengklaim pulau tersebut.

"Kita tetap yakin akan memiliki bukti-bukti cukup kuat atas kepemilikan pulau yang kini ditetapkan status quo oleh pemerintah pusat. Bukti-bukti itu meliputi dari historis sejarah masa Kerajaan Jambi abad XII serta menjadi tempat pemakaman Datuk Paduko Berhala yang menjadi Raja Jambi pertama memimpin Kerajaan Jambi", kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Jumat (1/8).

Selain itu, berdasarkan letak geografis, pulau itu relatif dekat ke wilayah Jambi, yakni sekitar 12 mil laut dari Kabupaten Tanjungjabung Timur, serta diperkuat lahirnya UU No. 58/1999 tentang pembentukan empat kabupaten pemekaran di Jambi, meliputi Kabupaten Sarolangun, Tebo, Muaro Jambi, dan Tanjungjabung Timur. Dalam UU tersebut Pulau Berhala masuk atau menjadi bagian wilayah Provinsi Jambi.

"Atas dasar itu Jambi sangat yakin keberadaan Pulau Berhala itu adalah milik rakyat Jambi," kata Zulkifli. Gubernur Jambi berharap sengketa antara Jambi-Kepulauan Riau sejak tahun 1980-an itu segera dituntaskan sehingga tidak berlarut-larut.

"Belum lama ini kita telah membentuk tim kecil yang segera kembali bertemu dengan tim kecil Kepulauan Riau dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik. Saya sudah menelepon Gubernur Kepulauan Riau, Bapak Ismet Abdullah. Beliau setuju bertemu kedua belah pihak", ujarnya.

Seperti diketahui, persoalan sengketa Pulau Berhala yang memiliki luas lebih kurang 200 hektare dan berada di Selat Berhala serta gugusan Laut China Selatan itu telah difasilitasi pemerintah pusat (Depdagri dan DPR RI), namun belum ada penyelesaian.

SYAIPUL BAKHORI

Dari Arsip Majalah TEMPO
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Memilih Jalan Damai | 21 Maret 2005
Wilayah Maritim Tidak Ditentukan oleh Lobi Perusahaan Minyak | 14 Maret 2005
Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik | 14 Maret 2005
Tsunami Lebih Ramai | 14 Maret 2005
Sekeping Koin di Kepala Borneo | 14 Maret 2005
Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti Nurhaliza | 14 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Datuk, di Laut Kita Adu gertak | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penerbitan Sertifikat Pulau Panjang Diusut
Kepulauan Riau Serahkan Nasib 613 Pulau ke Pusat
Banten Ngotot Rebut Kembali Kepulauan Seribu
24 Pulau Indonesia Diduga Hilang
685 Pulau di Nusa Tenggara Timur Belum Punya Nama
Warga Pulau Berhala Protes Pembangunan Rumah
Merusak Ekosistem, Pulau Kecil Tak Boleh Ditambang
Banten Desak Pemerintah Perjelas Wilayah Kepulauan Seribu
Pangdam Bantah Sengketa di Pulau Mengudu
Empat Pulau di NTT Berpotensi Sengketa
> selengkapnya...

Referensi

Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Pulau-pulau kecil

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129475 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data