Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hutan Lindung Riau Porak-Poranda
Jum'at, 26 Oktober 2007 | 17:39 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Seluruh kawasan dengan status hutan lindung dan hutan suaka alam di Riau dinyatakan rusak parah. Sedikitnya 67 persen sudah porak-poranda. Maraknya praktek illegal logging, perizinan yang serampangan, serta perambahan kawasan hutan menjadi perkebunan, merupakan faktor utama gundulnya hutan lindung Riau.

Pemaparan hasil monitoring Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menyebutkan, dari 19 lokasi dengan status hutan lindung, seluruhnya rusak parah.

Hasil monitoring itu mencatat, dari 848.150 hektare hutan lindung pada tahun 2005 lalu, kini hanya tinggal 260.000 hektare atau hanya tersisa sekitar 30 persen. Malah, tim juga menemukan beberapa hutan lindung yang ditetapkan berdasarkan TGHK 1996, kini sudah berubah menjadi perkebunan.

"Di sana sudah tidak ditemukan lagi hutan. Yang ada hanya kebun sawit dan akasia untuk bubur kertas," ujar Direktur Walhi Riau, Jhoni Setiawan Mundung, di Pekanbaru, Jumat.

Kerusakan terparah itu terjadi antara lain di kawasan Hutan Lindung Suligi, Hutan Lindung Bukit Betabuh, Mahato, Rimbang Baling dan Hutan Raya Okura. Tim mencatat kerusakan pada lima kawasan itu mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.

"Nyaris tidak ada lagi yang tersisa. Kerusakannya sudah sangat luar biasa dan mengerikan. Pemerintah perlu melakukan evaluasi ulang atas tata ruang wilayah," ujar Suseno Kurniawan dari Jikalahari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Riau, Zulkifli, mengaku belum memperoleh data yang akurat menyangkut porak-porandanya hutan lindung Riau. "Saya tidak dapat memberikan penjelasan atas kerusakan hutan lindung dimaksud. Belum ada data yang akurat. Apa lagi menyangkut teknis, itu sepenuhnya wewenang kabupaten," ujarnya.

Jupernalis Samosir

Dari Arsip Majalah TEMPO
Adat Papua Tidak Sama dengan Wilayah Lain | 11 April 2005
Aparat Terlibat Pembalakan Liar | 11 April 2005
Berseteru Hutan Warisan di Papua | 11 April 2005
Bara Api di Sekitar Merbau | 28 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Kejahatan di Hutan Kita | 28 Pebruari 2005
Segunung Perkara, Sedikit Sidang | 28 Pebruari 2005
Terseret Permainan Cukong  | 28 Pebruari 2005
Kisah Merbau yang Pergi Jauh | 28 Pebruari 2005
Hutan Menjerit di Enggano  | 29 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembalakan Liar Kembali Terjadi di Taman Nasional Sebangau
Walhi Kecewa Putusan Hakim Tinggi Riau
Pemerintah Dinilai Lamban Atasi Ilegal Logging
DPR Tinjau Langsung Pembalakan Liar di Riau
Masyarakat Adat Indragiri Desak Izin Pemeriksaan Kepala Daerah
Perhutani Malang Dituding Lakukan Penebangan Liar
Kebakaran Hutan di Madiun Diduga Ulah Pembalak Liar
Kapolda Riau Menangis Sampaikan Pemaparan
Dinas Kehutanan Kutai Timur Terseret Pembalakan
Petugas Musnahkan 200 Ribu Batang Kayu Sitaan
> selengkapnya...

Referensi

Dari Mana Kekurangannya?
Hak-hak Masyarakat Adat dan Masalah serta Kelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
PP RI No.30 Thn.2003 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
UU RI No.27 Thn.2003 Tentang Panas Bumi
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
> selengkapnya...

Website

Illegal Logging Response Center
Departemen Kehutanan
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)
Berita Bumi
Situs Forest Watch Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110198 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data