|
Puluhan Pasien RSUD M. Yunus Akan Dipindahkan
Sabtu, 15 September 2007 | 12:59 WIB
TEMPO Interaktif, Bengkulu:Puluhan pasien RSUD M. Yunus Bengkulu akan dipindahkan ke rumah sakit milik TNI dan Polri. Kondisi tenda darurat dianggap tidak memungkinkan lagi. Rencana pemindahan ini dinilai telat.
“Kami akan pindahkan 40 orang pasien ke rumah sakit DKT dan Dokkes untuk mendapat perawatan yang lebih layak,” kata Zaini Dahlan, Direktur RSUD M. Yunus, Sabtu (15/9).
Pemindahan ini diprioritaskan pada korban gempa, pasien ruangan bedah, dan ICU. Menurut rencana, 15 pasien akan dipindahkan ke rumah sakit TNI dan 25 orang ke rumah sakit Polri di Kota Bengkulu.
Namun, rencana pemindahan pasien ini dinilai telat. Sebab, pasien baru dirujuk ke kedua rumah sakit tersebut setelah empat hari dirawat dalam tenda darurat. “Kenapa baru sekarang? Sudah empat hari kami ada di tenda,” kata Bayah (35), salah satu keluarga korban gempa.
Ia menuturkan, keponakannya, yaitu Rizki Rahmat (12), yang menjadi korban gempa pada Rabu lalu belum di-rontgen oleh rumah sakit. “Anak kami sudah empat hari belum juga di-rontgen. Padahal dadanya sakit,” katanya. Rizky dan adiknya, Buyung Ramadhan, adalah salah satu korban gempa yang menderita luka-luka. Saat ini keduanya telah dipindahkan ke RS DKT Bengkulu.
Pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah hingga kini belum memutuskan memindahkan pasien ke dalam ruangan, sebab kondisi bangunan rumah sakit sangat parah. Menurut rencana, kata Zaini, TNI akan mendirikan rumah sakit darurat menggantikan tenda-tenda yang kondisinya sudah tidak layak lagi.
Ninin Damayanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|