|
Kelangkaan Minyak di Medan Belum Teratasi
Selasa, 18 April 2006 | 20:08 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, seakan-akan melepas tanggung jawab terhadap kelangkaan minyak tanah yang sudah berlangsung 3 hari ini. "Kami hanya sebagai pengamat. Mana yang kami lihat kekurangan kami laporkan ke Pertamina," ujar juru bicara Pemerintah Kota Medan, Arlan Nasution, kepada Tempo, Selasa petang.
Arlan mengatakan, pihaknya tidak bisa mengambil kebijakan terhadap temuan penyimpangan yang ada di lapangan terkait kelangkaan minyak tanah. "Yang bisa kami lakukan hanya melapor," ujarnya.
Kelangkaan minyak tanah di sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Deli Serdang, Tebing Tinggi, dan Tangjung Balai, hingga kemarin belum dapat diatasi. Sejumlah agen dan pengecer tidak lagi berjualan. Pangkalan minyak belum mendapat pasokan.
Menurut Asisten Manager Hubungan Pemerintah dan Masyarakat Pertamina I Sumatera Utara, Djoko Sasonoputranto, kelangkaan minyak bukan akibat kurangnya stok, tapi akibat pengawasan di lapangan yang kacau.
Pertamina, kata dia, tidak mungkin melakukan sendiri pengawasan distribusi minyak tanah ke masyarakat. Berdasarkan kesepakatan, paparnya, pengawasan distribusi minyak tanah melibatkan beberapa pihak antara lain Pertamina, pemerintah daerah, dan kepolisiaan.
Kelangkaan minyak yang berlangsung sejak minggu lalu telah membuat panik warga. Pertamina belum akan melakukan operasi pasar. Sejumlah pangkalan minyak tanah mengaku baru mendapat pasokan pada Kamis.
Hambali Batubara
INDEKS BERITA LAINNYA :
|