Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Selatan

Bantuan Dikirim dengan Dua Helikopter
Rabu, 06 April 2005 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Provinsi Sumut telah maksimal berupaya mendistribusikan bantuan bahan makanan berupa beras untuk masyarakat di desa-desa terpencil di kabupaten Nias dan Nias Selatan, dengan menggunakan dua helikopter TNI. Hal itu dikatakan Kepala Badan Infokom Propinsi Sumut, RE Nainggolan, yang juga jurubicara Satkorlak PBP Provinsi Sumut kepada Tempo, Rabu (6/4). Dari data yang ada, telah disalurkan sekitar 198 ton beras ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Nias.

Untuk itu, Nainggolan meminta masyarakat bersabar jika mereka belum menerima bantuan. "Kita akui memang masyarakat yang tinggal di kamp-kamp pengungsian mengeluhkan minimnya bantuan beras dari pemerintah. Per hari, para pengungsi hanya mendapat jatah bantuan beras
0,4 kilogram, itupun belum tentu dapat diterima setiap hari," lanjutnya.

Selain itu, lanjut Nainggolan, distribusi lainnya, telah didatangkan 40 unit tangki hidran untuk kebutuhan air bersih, 100 unit WC bongkar pasang dan 12 unit mobil tangki air, dua diantaranya telah dikirim ke Teluk Dalam Nias Selatan.

Disebutkannya, kalau saat ini, aktivitas di Pasar Nou dan Pasar Beringin Gunung Sitoli sudah mulai normal. Sejumlah pedagang sayur mayur dan kebutuhan pokok sudah mulai menggelar dagangan meskipun tidak di kios-kios yang semula.

Adapun jumlah korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Nias, hingga Rabu sudah mencapai 622 orang, dengan rincian Kabupaten Nias 481 orang dan Kabupaten Nias Selatan 141 orang. Sedangkan jumlah pengungsi saat ini sudah mencapai sekitar 8.643 orang.

Bambang Soed

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Pembangunan Pusat Krisis Jakarta Rp 8-12 miliar
Gempa Panikkan Warga Poso
Wagub Akui Bantuan ke Nias Selatan Sangat Kurang
Diare, Kasus Baru Pengungsi di Nias
Nias Selatan Masih Minim Bantuan
Warga Nias Mulai Bangkit
Ratusan Relawan Asing Masuk Melalui Bandara Polonia
Malaria dan Campak Ancam Pengungsi Nias
Pemerintah Jamin Penduduk Nias Tidak Kelaparan
Warga Nias Yang Eksodus Tanggung Jawab Pemerintah
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
PENGUNGSI DI NEGERI SENDIRI
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data