Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lampung

Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah di Tanggamus
Rabu, 12 Januari 2005 | 15:57 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Lebih dari 700 hektare lahan persawahan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, hancur akibat terendam banjir dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, padi yang baru ditanam membusuk. Bibit padi yang hendak ditanam ikut hanyut diterjang banjir. Ratusan hektare sawah itu kini nampak seperti sungai besar di kiri kanan jalan.

Paino, 45 tahun, salah seorang petani di Desa Ambarawa, Kecamatan Pringsewu mengatakan, satu hektare sawahnya, yang baru ditanam padi November lalu, kini membusuk. "Bagaimana tidak busuk, bila banjir belum juga surut, hujan masih saja turun hampir setiap hari," kata bapak empat anak itu, Rabu (12/1). Paino berencana menanami kembali lahannya, bila banjir sudah surut.

Paino menambahkan, petani di desanya, memang biasanya menanam padi, dua atau tiga kali dalam satu musim tanam. "Beberapa tahun belakangan ini memang selalu banjir. Kami sering menanam hingga tiga kali, baru bisa tumbuh dengan baik, karena selalu terendam banjir," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lampung, Untung Sugiatno mengatakan, banjir di kabupaten Tanggamus, yang merupakan sentra penghasil padi di Lampung, bukan murni disebabkan hujan, tapi
karena daerah tangkapan air di sana sudah rusak, akibat perambahan hutan besar-besaran. Meluapnya air juga akibat tersumbatnya aliran irigasi di lokasi persawahan. "Bila tidak segera ditangani, terutama dengan menanami kembali hutan yang gundul, dapat dipastikan banjir akan terus terjadi setiap tahun dalam kapasitas yang lebih besar," kata Untung.

Sementara itu banjir yang merendam areal pertanian di Lampung Timur, terus bertambah. Hingga Rabu kemarin, Dinas Pertanian setempat telah mencatat sedikitnya 3.300 hektare areal pertanian. Lahan yang terendam banjir itu terdiri dari jagung dan sayur mayur siap panen, serta sawah yang baru ditanam padi. "Kerugian akibat lahan yang puso di Lampung Timur, lebih dari Rp 10 miliar," ungkap Untung.

Fadilasari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemulung, bus metro mini dan kendaraan lainnya melintasi  genangan air banjir di Jl. Mampang, Jakarta, 17 Juni 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K2A/107/2001; 20010606]. Genangan air di perempatan Mampang - Jalan Gatot Subroto membuat macet arus lalu lintas di sepanjang jalan Buncit Raya, Jakarta, 23 Januari 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/134/2002; 20020702].
Banjir Di Daerah Mampang
Kemacetan Lalu Lintas
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Tanah Sisa Lahan Tol Ulujami Disepekati
Sistem Drainase yang Buruk Berpotensi Menimbulkan Banjir
Aparat Kehutanan Jambi Akui Sulit Jaring Cukong Kayu
Bakornas : Komunikasi Ke Aceh hanya Dijembatani oleh Pesawat Udara
Masyarakat Papua Tuntut Pengelolaan Hutan Satu Atap
Empat Bupati Terlibat Penebangan Ilegal
Ratusan Rumah Warga Di Aceh Utara Masih Terendam Banjir
Ratusan Rumah Porak Poranda Diterjang Angin Kencang
Dana Rp 6 Miliar Buat Bantu Bencana Alam
Banjir di Dayeuh Kolot, Ratusan Rumah Tenggelam
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
PP RI No.30 Thn.2003 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
PP RI No. 53 Tahun 1999 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Illegal Logging Response Center
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data