Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Utara

Penyebab Gempa: Tumbukan Lempengan di Dasar Samudera
Minggu, 26 Desember 2004 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Gempa Bumi tektonik mengguncang wilayah Sumatera bagian Utara, Aceh dan Sumatera Utara, Minggu (26/12). Gempa berkekuatan 5,6 skala richter yang terjadi sekitar pukul 8.00 WIB, berlangsung kurang lebih selama 5 menit.

Menurut Hendra Suharta, Kepala Kelompok Analisa BMG wilayah I Sumbagut Medan, pusat gempa terjadi 66 kilometer di bagian selatan kota Meulaboh Aceh Barat, tepatnya di pantai barat Sumatera, Samudera Indonesia. "Atau 3,61 lintang utara dan 96,28 BT," ucap Hendra, di kantornya, BMG wilayah I Medan, Minggu siang (26/12).

Gempa ini terjadi akibat terjadi tumbukan lempengan indo Australia dan Euro Asia "Ini murni karena gejala alam," ucap Hendra.

Hendra menambahkan, gempa ini menyebabkan kerusakan di beberapa kota Meulaboh seperti jembatan rusak dan tiang listik patah. Getaran juga dirasakan di beberapa daerah di Sumatera Utara dengan skala yang berbeda.

Di Medan, Gunung Sitoli, Prapat, Pangkalan Susu, getaran gempa dirasakan sangat kuat dengan skala II-IV MMI (Modifield Mereal Intensity) yang mengakibatkan getaran sangat kuat di luar maupun di dalam ruangan. Sementara itu, berdasarkan catatan BMG Wilayah I, di Maulaboh sendiri, terjadi getaran dengan skala V-VI MMI.

Menurut Muhammad Zaki, penduduk Pangkalan Susu, yang berada di tepi pantai, 300 KM dari kota Maulaboh yang dihubungi Tempo mengatakan, getaran gempa menyebabkan benda-benda di dalam maupun di luar ruangan bergoyang. Penduduk setempat juga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. "Pot bunga sampai bergoyang dan penduduk ada pusing karena terlalu lama digoyang gempa," ucap Zaki.

Hambali Batubara, Bambang Soed

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134
Maumere Setelah Badai Tsunami

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa Bumi di Aceh
Besok, Presiden Ke Nabire
Tim Medis Berangkat Ke Nabire dan Alor
Dana Rp 6 Miliar Buat Bantu Bencana Alam
Presiden Yudhoyono Bantu Korban Gempa Alor
Presiden Minta Transparansi dan Akuntabilitas Bantuan Korban Gempa
Setelah Alor, Presiden Yudhoyono Akan Kunjungi Nabire
Presiden Tiba di Kalabahi Alor
Presiden Kunjungi RS Umum Kupang
Sabtu, Presiden Kunjungi Lokasi Gempa Alor
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data