Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Batam

Batam Krisis Beras
Rabu, 15 Desember 2004 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Batam mulai mengalami krisis beras karena Pemerintah Kota Batam tidak berwenang lagi mengeluarkan izin alokasi pemasukan beras, gula, elektronik, minuman keras dan rokok yang selama ini di pasok dari luar negeri.

Larangan tersebut sesuai dengan SK Menperindag No.9/1/2004 tentang Larangan Impor Beras. “Akibat kebijakan itu, Batam krisis beras,” kata Ahmad Hijazi, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Batam.

Untuk itu pihaknya akan mengusahakan pasokan beras dari dalam negeri seperti dari Lampung dan Pulau Jawa. Dia menjelaskan, hari ini akan tiba beras dari Jakarta sebanyak 30.000 ton sesuai kebutuhan masyarakat Batam selama sebulan. Stok yang ada sekarang hanya 10.000 ton, dan itu akan habis akhir Desember ini.

Akibat lain dari kebijakan itu, harga beras di Batam melonjak naik. Beras Patah Wangi yang diimpor dari Thailand yang sebelumnya hanya Rp 3.000 per kilogram naik menjadi Rp 4.500 per kilogram. Sedangkan gula pasir dari hanya Rp 2.800 per kilogram naik menjadi Rp 4.000 per kilogram. “Saya kaget, harga gula naik gila-gilaan,”' ujar Arifa Lubis warga Komplek Griya Prima, Batam.

Hijazi menjelaskan, kenaikan itu sesuai dengan hukum ekonomi, keseimbangan penawaran dan permintaan. “Pasok kurang, kurang sementara permintaan banyak. Ya, otomatis harga naik,” katanya.

Arifa Lubis yakin beras jenis lain tak akan laku, sebab warga Batam terbiasa dengan beras impor. “Biar lebih mahal saya beli beras Thailand, sebab sudah terbiasa,” ujar Arifa.

Hijazi menilai kebijakan tersebut tidak efisien. Sebab, mendatangkan beras dari Jakarta selain riskan juga memakan waktu lama. “Jika musim ombak tiba bisa akan menimbulkan kendala,” kata Hijazi.

Menurut Hijazi, kapal pengangkut beras dari Jawa diperkirakan tiba sekitar pukul 14.00 WIB di Pelabuhan Batu Ampar, Batam dan akan langsung dibongkar untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bea dan Cukai Batam, Rachman mengatakan tetap tunduk kepada SK Menperindag dan SE Dirjen Perdagangan itu. “Kami hanya melaksanakan tugas,” katanya (rumbadi dalle)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Dasar Gabah Kembali Digodok
Bulog Minta Kembali Beli Beras Untuk PNS
Stok Beras di Pasar Cipinang Masih Cukup
Menteri Perdagangan Sidak Pantau Harga
Stok Beras 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono Aman
Deperindag: Penjualan Beras Impor di Ritel Tidak Dilarang
Bulog akan Ekspor 50 Ribu Ton Beras
Bulog Lakukan Sidak ke Pasar
Pemerintah Baru Diminta Antisipasi Gejolak Kebutuhan Pokok
Indonesia Kemungkinan Ekspor Beras Dua Tahun Lagi
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.68 Thn 2002 Tentang Ketahanan Pangan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data