|
Sumatera Selatan
Asap di Palembang Akibat Terbakarnya Hutan Bakau
Jum'at, 15 Oktober 2004 | 14:54 WIB
TEMPO Interaktif, Pelembang: Asap di Sumatera Selatan makin pekat. Pagi hingga pukul 10.00 WIB masih berkabut tebal. Sore hari mulai pukul 15.00 WIB hingga tengah malam asap mengakibatkan sesak napas. Pemerintah sendiri mengaku kewalahan menanggulangi asap. "Sangat sulit memadamkan hutan bakau di perbatasan Jambi. Apalagi, hutan bakau yang terbakar itu sudah
mencapai enam meter ke bawah," kata Gubernur Sumsel
Syahrial Oesman, Jumat (15/10).
Syahrial menegaskan, jika hutan alang-alang yang terbakar, bisa segera diatasi dengan menyemprotkan air, seperti yang terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir
(OKI) hingga Musi Banyuasin (Muba).
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II, Suyatim mengatakan
pantauan satelit NOAA, jumlah titik api di wilayah Sumsel
meningkat menjadi 419 titik, yakni yang terbanyak selama ini du wilayah Ogan Komering Ilir, Bengkulu, dan Lampung. Nah, angin bertiup ke arah Timur, sehingga asap di OKI
dan Bengkulu terbawa ke Palembang.
Selain menganggu penerbangan dan kesehatan, asap juga mengakibatkan suhu udara di Kota Palembang merambat naik, hingga mencapai 36 derajat Celcius sepekan ini.
Dikatakan Suyatim Oktober ini seharusnya sudah masuk
musim penghujan. Akan tetapi, akibat pengaruh badai di
daerah Filipina, proses pembentukan awan pun kerap
terganggu, sehingga satu pekan terakhir curah hujan masih
di bawah 15 milimeter. "Ya kalau normalnya curah hujan di wilayah Sumsel pada Oktober itu mencapai 200 milimeter," katanya.
Arif Ardiansyah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|