Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Barat

Kabut Asap Selimuti Padang
Selasa, 17 Agustus 2004 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Padang: Sejak empat hari lalu, Kota Padang, Sumatera Barat, terus diselimuti kabut asap yang berasal dari Provinsi Riau. "Siang sampai malam hari, penglihatan mendatar rata-rata lima kilometer. Hanya pada pagi sampai siang hari, penglihatan mendatar mencapai tujuh kilometer," kata Petugas Operasional Bidang Observasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Tabing, Padang, Yanuar di Padang, Selasa (17/8). Sore hari, kabut asap lebih tebal dibanding pagi hari, karena partikel-partikel asap turun bersama embun yang pada pagi hari naik kembali.

Kabut asap asal Riau itu dikarenakan titik-titik kebakaran yang hanya ada di provinsi itu. Kemudian, asap diterbangkan angin ke Kota Padang. Tapi, di Padang asap terkurung karena terhalang Bukit Barisan. Sehingga kabut asap di kawasan Kota Padang dan sekitarnya tetap tetap stabil. Selain itu, angin di Padang juga selalu berhembus dari Barat atau arah laut.

Menurut Yanuar, kabut asap di Padang dan sekitarnya diperkirakan akan masih menyelimuti sampai musim penghujan pada Oktober atau November mendatang. Karena pada musim kemarau, partikel-partikel asap itu tidak dapat dijatuhkan ke tanah dan akan tetap di udara.

Soal SPM, ukuran indeks kadar asap di udara, BMG Tabing belum bisa menginformasikan berapa SPM kadar asap yang menyelimuti kawasan Padang saat ini. Tentu saja, ini membuat belum bisanya dipastikan, apakah kabut asap yang terjadi di Padang dan sekitarnya sudah sampai pada tingkat mengganggu kesehatan.

Saat ini, kabut memang masih dinilai belum mengkhawatirkan dan mengganggu operasional penerbangan dan pelayaran. Tapi, seperti dikatakan Yanuar, penerbangan dan pelayaran akan terganggu jika penglihatan mendatar di bawah tiga kilometer.

Febrianti - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar
Walhi: Pemprov Riau Tidak Serius Tindak Pembakar Hutan
Pengusaha Diduga Pembakar Hutan Tidak Ditahan
Nabiel: Sulit Adili Penyebab Kebakaran Hutan
Pengusaha Pembakar Hutan Dibawa ke Jakarta
Meneg LH dan Menhut Beda Pendapat Soal Asap di Riau
Gubernur Sumsel Minta Bupati Waspadai Asap
Jarak Pandang di Pekanbaru Belum Normal
Kabut Asap Tunda Penerbangan di Pekanbaru
Dishut Kalteng Aktifkan Satelit Pemantau NOAA
> selengkapnya...


Referensi

Kebakaran Hutan: Bencana Tahunan Riau

Website

Walhi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data