|
Riau
Jarak Pandang di Pekanbaru Belum Normal
Rabu, 23 Juni 2004 | 14:56 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Jarak pandang di Pekanbaru Rabu (23/6) pagi masih 800 meter sehingga tetap mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Pekanbaru meski tidak sampai sebanyak kemarin.
"Kabut asap Rabu pagi memang sudah agak membaik tidak separah Selasa, tapi tetap saja mengganggu jadwal penerbangan karena jarak pandang masih 800 meter," ujar Kepala Cabang PT Angkasa Pura Pekanbaru, Sutrisno kepada pers, hari ini (23/6).
Menurut Sutrisno, dua maskapai penerbangan, Jatayu dan Merpati, menunda pemberangkatan dari Medan ke Pekanbaru dengan dalih khawatir asap. Merpati yang harusnya tiba di Pekanbaru pada pukul 07.30 WIB, akhirnya baru sampai di Bandara Sultan Syarif Kasim II pukul 08.20 WIB.
"Baru pada pukul 09.00 WIB aktivitas penerbangan dari dan ke Pekanbaru mulai normal. Pesawat Garuda yang dari Jakarta sudah mendarat dan bahkan terbang kembali ke Jakarta," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Syaiful Bahri Rab mengatakan, untuk melindungi masyarakat, pihaknya sudah membagikan masker gratis bantuan Wali Kota Pekanbaru kepada warga secara langsung dan melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Dampak asap bagi kesehatan, kata Syaiful, dapat terkena infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA) dan sakit mata. "Namun serangan ISPA berdasarkan laporan dari rumah sakit dan puskesmas di Pekanbaru belum terlalu meningkat. Tapi memang harus diakui dampak asap itu baru mulai dirasakan seminggu setelah kabut asap itu mengganggu," katanya.
“Warga diimbau untuk tidak keluar rumah jika tidak terlalu perlu. Istrirahat yang cukup dan makan buah-buahan akan banyak membantu menolong warga dari serangan ISPA," kata Syaiful.
Sementara itu Wakil Presiden Hamzah Haz yang berada di Pekanbaru meminta Pemda Provinsi Riau segera melakukan antisipasi dan memberi tindakan tegas kepada perusahaan yang melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang akhirnya berdampak pada munculnya kabut asap di daerah ini.
"Ini (asap) sudah menunjukkan warning. Harus ada tindakan tegas kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan agar kabut asap tidak terjadi lagi yang menimbulkan banyak dampak negatif," ujarnya menjawab pertanyaan pers seusai melakukan dialog dengan tokoh masyarakat dan ulama di Pesantren Dar El Hikmah di Panam, Pekanbaru.
Evalisa Siregar - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|