Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Kabut Asap Tunda Penerbangan di Pekanbaru
Selasa, 22 Juni 2004 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Kabut asap yang melanda Riau menyebabkan jarak pandang (visibility) di Pekanbaru, kemarin tinggal 300 meter hingga 400 meter dan berdampak pada terganggunya jadwal 18 penerbangan dari dan ke Pekanbaru.

Kepala Cabang Angkasa Pura II Pekanbaru, Sutrisno, mengatakan pada Selasa pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tinggal 300 meter (pukul 06.00 WIB) dan 400 meter (08.00 WIB).

"Mengetahui visibility hanya 300-400 meter pada jam 06.00 WIB-08.00 WIB, kami terpaksa mengambil kebijakan untuk menunda penerbangan dari Pekanbaru dan menginformasikan hal itu ke pihak bandara lain untuk mengambil sikap. Tapi belum ada pernyataan close (tutup) lho," ujarnya kepada pers di Pekanbaru, Selasa (22/6).

Sutrisno mengatakan dengan terjadinya kabut asap itu, penerbangan ke Pekanbaru yang tertunda ada delapan, masing-masing lima penerbangan dari Jakarta, dua penerbangan dari Medan, dan satu penerbangan dari Dumai. Sementara penerbangan yang tertunda dari Pekanbaru antara lain Merpati yang ke Batam dan Malaka, Malaysia, dan Batavia Air ke Jakarta.

"Pesawat Star Air yang berangkat dari Jakarta pada pukul 08.45 dengan tujuan ke Pekanbaru bahkan sempat dua kali berputar-putar di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru untuk kemudian akhirnya memilih mengalihkan dan mendarat sementara di Bandara Polonia Medan menunggu bisa terbang kembali ke Pekanbaru," kata Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan, baru sekitar pukul 10.30 WIB jarak pandang membaik menjadi sekitar 500 meter sehingga penerbangan mulai lancar kembali. "Meski mulai membaik hingga 500 meter, visibility di Pekanbaru itu masih bisa dikatakan mengkhawatirkan, karena visibility yang aman dua kilometer. Untuk itu Pemda Riau diharapkan melakukan pengamanan soal asap itu," katanya.

Sutrisno menambahkan, jarak pandang sekitar 300 meter-500 meter itu merupakan kondisi terburuk dalam enam tahun terakhir. Dari pantauan di Bandara Sultan Syarif Kasim, sekitar 600 calon penumpang berbagai penerbangan tampak memadati ruang tunggu bandara itu untuk menunggu penerbangan yang ditunda. Bandara itu tampak penuh sesak, karena juga dipenuhi dengan para keluarga maupun relasi penumpang yang kedatangannya juga tertunda ke Pekanbaru.

Sementara itu dari pantauan Satelit NOA yang diperoleh Dinas Kehutanan dan Badan Pengendali Dampak Lingkungan (Bapedal) Riau menunjukan peningkatan jumlah titik api di daerah ini cukup signifikan menjadi 403 dari 212 titik akhir pekan lalu.

"Dari pantauan Satelit NOA yang terakhir kita terima titik api sudah mencapai 403," ujar Kadis Kehutanan Riau, Asral Rachman, seusai pembagian masker gratis di Jalan Jendral Sudirman. Kabut asap itu menyebabkan mata menjadi pedas dan nafas menjadi sesak .

Asral menjelaskan, daerah yang paling banyak terdapat titik api adalah Rokan Hilir yang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. "Untuk mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Dishut telah menerjunkan tim pemadam kebakaran. Selasa, tim memadamkan titik api di beberapa lahan terbakar di pinggiran Pekanbaru yang sebagian besar merupakan lahan kosong," katanya.

Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar kepada Tempo mengatakan, menyikapi asap kabut yang sampai mengganggu penerbangan, Pemda hari Rabu akan melakukan pertemuan dengan instansi terkait dari seluruh kabupaten.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tujuh Gajah Sumatera Mati dalam Dua Tahun
Petani Menentang Taman Nasional Gunung Merapi
Bisnis Kehutanan Dinilai Makin Sulit
Dephut Harapkan Perpu Illegal Logging Segera Keluar
Perpu Tambang Dibuat Tanpa Didahului Kajian Dampak
Keppres Perpu Tambang Dibahas Tiga Departemen
Koalisi LSM Tuntut Pembebasan Aktivis Anti Ladia Galaska
Kepala Dinas Kehutanan Muna Tersangka Kasus Korupsi
Dishut Kalteng Aktifkan Satelit Pemantau NOAA
PT Mulya Karya Minta Kejelasan Nasib Perusahaan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data