|
Medan
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
22 April 2004
TEMPO Interaktif, Medan: Kantor Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) di Jalan Brigjen Katamso No. 66 AB Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/4), sekitar pukul 01.15 WIB, diobrak-abrik 15 preman. Akibatnya, Sujarman Holo, satpam, babak belur dan lantai satu kantor harian ini berantakan akibat diobrak abrik kawanan itu. Dugaan awal, ini berkaitan dengan pemberitaan SIB soal maraknya perjudian.
Menurut Pemimpin Perusahaan Harian SIB, Tuty Farida Rotua Panggabean, awalnya pagi itu ada empat karyawan dan satpam yang duduk santai di depan kantor. Tiba-tiba mereka diteriaki oleh seseorang yang mengenderai mobil Kijang beriringann dengan Escudo. Teriakan itu disambut satpam karena dikira temannya yang menyapa.
Ternyata sahutan teriakan itu membuat orang yang menumpang mobil membelokkan kendaraan ke arah kantor dan menghampiri Luhut Manurung, karyawan bagian ekspedisi harian itu. Orang-orang tak dikenal itu pun memukul Manurung hingga babak belur. Mereka juga mendendang 10 sepeda motor yang parkir di depan kantor.
Kemudian mereka masuk kantor dan memecahkan kaca kantor dan menendangi orang yang ada di dalam. "Yang tidur pun ditendang hingga terbangun," kata Tuty. Ruangan administrasi, ruang iklan, dan komputer diobrak-abrik. Mereka juga memutuskan saluran telepon di lantai satu. Sambil melakukan pengrusakan, sebagian mereka juga meneriakkan, "Bakar aja kantor ini", "Habisin aja semua".
20 orang karyawan yang saat itu ada di kantor kabur ke lantai dua untuk menghindari amukan mereka. Setelah 15 menit mengobrak-abrik kantor, kelompok yang ditengarai menggenggam senjata tajam dan senjata api ini melenggang keluar sambil melemparkan gas airmata di ruangan lantai satu.
Masyarakat setempat sempat datang namun diancam oleh kawanan ini agar menjauh dari lokasi. Menurut kesaksian beberapa warga, sejak Rabu (21/4), pukul 22.00 WIB, ada mobil yang lalu lalang mengamati kantor media yang terbit sejak 1970 itu. "Muka mereka serem-serem," kata salah seorang warga.
Kasus ini telah dilaporkan ke Poltabes Medan. Saat ini kantor dijaga ketat petugas kepolisian berjumlah enam orang. Kaca kantor yang pecah, sampai saat ini masih berserakan di lantai satu. Juga terlihat ada bekas bubuk mesiu yang menempel di dinding kaca kantor tersebut.
Redaktur Pelaksana SIB, Azrin Maridha, tak mengelak saat ditanya, bahwa ini dampak dari pemberitaan tentang judi yang marak di Sumatera Utara dalam kurun seminggu ini. "Saya tak berasumsi, tapi bisa jadi teror dan kekerasan ini buntut dari pemberitaan soal judi marak di Sumut. Kita memang dalam seminggu ini mengangkat kasus perjudian di Sumut. Tapi bisa juga pemberitaan lainnya yang ada hubungan dengan sindikasi judi," ungkapnya.
Azrin menegaskan, kasus ini tidak akan membuat wartawan SIB surut langkah. Namun dia berharap agar kelompok yang tidak suka dengan pemberitaan media menggunakan mekanisme yang tersedia. "Kalau tak senang dengan pemberitaan, ada mekanismenya, dengan hak jawab, koreksi, bukan dengan kekerasan," katanya.
Kapoltabes Medan, Kombes Pol. Bagus Kurniawan, yang datang memeriksa kantor tersebut menyatakan, ini merupakan tindakan anarkis dan bentuk teror. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan atas kasus ini. "Kita belum tahu motifnya dan masih diusut," katanya, singkat.
Bambang Soed - Tempo News Room
|