|
Lampung
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
19 April 2004
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Sekitar 100 orang yang menamakan dirinya Barisan Oposisi Rakyat (Bapor) Lampung, Senin (19/4), berunjuk rasa, menolak pemilihan gubernur Lampung dan menuntut agar pemilihan gubernur digelar secara langsung oleh rakyat. Dari tugu adipura Bandar Lampung, massa yang berasal dari berbagai elemen itu bergerak menuju kantor DPRD Lampung.
"Pemilihan gubernur pada 15 Mei mendatang adalah intervensi pemerintah pusat. Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Lampung untuk melawan intervensi pemerintah pusat dalam proses politik di Lampung, terutama terkait dengan agenda pemilihan gubernur," kata Husen, Ketua Partai Rakyat Demokrat (PRD) Lampung. Pemilihan gubernur mendatang juga dinilai sebagai sarana untuk mengeruk kekayaan oleh anggota DPRD menjelang pensiun. Karena saat ini, sekitar 70 persen anggota DPRD Lampung tidak mencalonkan diri lagi sebagai anggota legislatif.
Unjuk rasa sempat diwarnai tarik menarik antara mahasiswa dan petugas kepolisian, karena massa memaksa bertemu dengan ketua DPRD, Nur Hasanah. Puluhan aparat kepolisian berusaha menghadang, karena unsur pimpinan DPRD sedang mengadakan rapat. Hingga kemudian, Nur Hasanah pun menemui massa.
Menurut ketua DPRD yang baru satu bulan dilantik itu, pemilihan gubernur adalah tugas DPRD hasil Pemilu 1999. Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil sidang DPRD 30 Desember 2002 lalu dibatalkan Menteri Dalam Negeri, sehingga DPRD Lampung wajib mengelar pemilihan ulang.
Peminat pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Lampung sendiri terus bertambah. Sampai Senin petang ini, sudah 47 orang mendaftarkan diri. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat Lampung juga ikut meramaikan bursa pemilihan, diantaranya adalah Achmadsyah Putera (mantan Bupati Tanggamus), Santori Hasan (mantan Bupati Tulang Bawang), Irfan Nuranda Djafar (mantan Bupati Lampung Timur), Sunardi (mantan Bupati Lampung Selatan) dan Suharto (Walikota Bandar Lampung).
Anshory Yunus, pasangan Alzier Dianis Thabranie, gubernur terpilih yang tidak jadi dilantik, juga kembali mencalonkan diri. Kali ini, dirinya maju sebagai calon gubernur. Sebelumnya, Oemarsono -mantan Gubernur Lampung yang kalah dalam pemilihan lalu- juga mencalonkan diri sebagai gubernur.
Fadilasari - Tempo News Room
|