Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lingkungan

Komisi Lingkungan Eropa Minta Proyek Ladia Galaska Dihentikan
17 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Medan: Komisi Lingkungan Eropa minta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek pembangunan jalan Ladia Galaska (Lautan Indonesia, Gayo, Alas, dan selat Malaka) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Pemerintah Indonesia hendaknya mencari alternatif lain daripada meneruskan jalan itu. Pembangunan jalan akan merusak ekosistem Leuser yang selama ini menjadi wilayah konservasi. Saya akan menulis surat kepada presiden (Megawati) untuk memperhatikan masalah ini," kata Komisioner Lingkungan Hidup Eropa, Margut Wallstrom, kepada wartawan di Medan, Selasa (17/2).

Selama ini, sejumlah pihak antara lain lembaga swadaya masyarakat lingkungan memang menentang proyek pembangunan jalan Ladia Galaska yang menghubungkan pantai barat dan timur Aceh itu. Kondisi tanah dengan kemiringan rata-rata 60 derajat yang rencananya ditujukan untuk membuka isolasi masyarakaat yang tinggal di Aceh bagian selatan, itu adalah rawan longsor.

Pada kesempatan lain, Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim juga menyebut, pembangunan jalan tidak hanya merusak keanekaragaman hayati, tapi juga menimbulkan dampak negatif dibidang ekonomi, sosial dan keamanan. Di bidang ekonomi, adanya jalan akan mengubah orientasi masyarakat dari Aceh ke Medan. Sehingga Aceh Utara utara justru akan terisolasi. Di bidang sosial, orang Medan yang secara ekonomi lebih agresif akan melakukan penetrasi lebih dalam ke Aceh Selatan dan bisa mengakibatkan benturan etnis. Di bidang keamanan, jalan akan memudahkan akses bagi anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk masuk ke hutan. Akibatnya, pemerintah harus menambah jumlah personil dan lebih mobile dalam melakukan patroli. "Alternatif lain sebagai pengganti jalan itu bisa dengan membangun jalan yang menghubungkan Meulaboh Banda Aceh," kata Nabiel.

Adek - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ratusan Hektar Terumbu Karang di Banten Rusak
Greenpeace Tuntut Komitmen Perlindungan Alam
86 Perusahaan Pelanggar Lingkungan Segera Diumumkan

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data