|
Sumatera Selatan
Badai Columunimbus Ancam Sumatera Selatan
09 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Palembang: Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun SMD II, Suyatim, mengatakan akan adanya ancaman badai angin, hujan es disertai hujan lebat dan petir, yang berkekuatan sekitar 50 knot (75 km/jam) yang melanda Sumatera Selatan. Badai angin ini dinamakan Columunimbus. Hal itu diungkapkan Suyatim kepada Tempo News Room, Senin (9/2) di ruang kerjanya.
Untuk itu, ia meminta agar warga yang tinggal di bantaran Sungai Musi khususnya pemilik rumah rakit dan panggung, dihimbau berhati-hati. Karena sifat angin ini cenderung merusak. Apalagi, curah hujan di Sumatera Selatan sedang tinggi, yang memicu tingginya pertumbuhan awan.
Menurutnya, badai angin tersebut sudah terjadi di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan, seperti kabupaten Muara Enim, pada Jumat (6/2). Serangan badai di sana memporakporandakan sebagian kota, menumbangkan pohon dan rumah panggung warga. Badai juga sudah menyerang Kota Pagar Alam, kemarin, yang menghancurkan sedikitnya 60 rumah warga.
Penyebab badai, menurut Suyatim, adalah terjadinya pertemuan angin dari Asia dan dari Samudera Hindia yang disebut ITC dan Z, yang menimbulkan uap air berlimpah, di lintasan Sumatera Selatan, Jawa, dan Bali merupakan .
Suyatim menambahkan, pihaknya terus memberikan informasi tentang kondisi cuaca ini kepada pihak terkait. Dengan adanya informasi awal ini, pemerintah kabupaten maupun masyarakat dapat meminimalkan kerugian.
Arief Ardiansyah - Tempo News Room
|