Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi

Pasca Gempa, Siswa SD di Donggala Belajar di Tenda
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 01:33 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:Tidak kurang dari 100 anak sekolah di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala, sekitar 25 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, masih belajar di tenda. Para siswa memilih belajar di tenda karena sebagian ruangan di sekolah mereka ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda Palu dan Donggala, 24
Januari lalu.

Husain Masahuri, Kepala SD Negeri Bobo, mengatakan siswa yang belajar di tenda darurat adalah anak kelas satu hingga kelas lima, sedangkan kelas enam masih tetap belajar di dalam kelas yang tidak rusak.

Dia menyatakan sangat menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Donggala, karena sejak gempa hingga kini, tidak peduli dengan kondisi sekolah dan anak didiknya. Tenda-tenda yang dijadikan kelas itu, kata dia, adalah bantuan dari orang tua siswa, demi anak-anak mereka dapat belajar. "Bagaimana mereka mau peduli, datang ke sini untuk melihat saja tidak pernah," katanya.

Bupati Donggala, Ardjad Adam Lamarauna, mengatakan meski tidak sampai melihat gedung sekolah yang ambruk, tapi mengaku telah mengetahui kondisinya. Beberapa
saat setelah terjadinya gempa bumi, dirinya bersama beberapa anggota DPRD setempat mengunjungi Desa Bora (pusat gempa) di Kecamatan Biromaru dan Bobo di Kecamatan Palolo, serta beberapa kecamatan lain.

"Saya sudah tahu ada kerusakan itu. Saya juga sudah instruksikan kepala dinas pendidikan dan pengajaran agar segera bertindak agar anak-anak itu tetap sekolah. Tapi kalau memang kepala sekolahnya mengatakan begitu, secepatnya saya panggil kepala
dinasnya dan menanyakan itu," kata Ardjad Lamarauna. (Darlis Muhammad)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Perumahan BMP yang longsor akibat aliran kali Kreo yang dibelokan oleh pengelola lapangan golf Manyamar, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Arief A. Kuswardono; R1A/235/2001; 20010330]. Tumpukan bantuan untuk korban gempa bumi diturunkan dari helikopter di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/456/1993; 20021002].
Bantuan Korban Gempa Bumi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa Guncang Mataram dan Garut
Gempa 5,2 Richter di Kabupaten Bandung
Nasib 70 KK Warga Donggala Belum Diketahui
Warga Nabire Telah Kembali
Gempa 5,2 SR Melanda Padang Sidempuan
Pemerintah Turunkan Bantuan untuk Palu
Kapolda Sulteng Himbau Warga Kembali ke Rumah Pasca Gempa
Tiga Meninggal pada Gempa Palu
Gempa Tektonik di Palu
Gempa 100 Kali Sehari di NTB
> selengkapnya...


Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data