|
Perundingan Karyawan PT Freeport Gagal lagi
Kamis, 19 April 2007 | 02:50 WIB
TEMPO Interaktif, Timika:Tuntutan pekerja PT Freeport Indonesia yang dalam Tongoi Papua belum membuahkan hasil. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Armando Mahler, yang ditunggu-tunggu karyawan untuk hasir di gedung DPRD Mimika, tak muncul.
Armando menunjuk Directore Executive Vice President PT Freeport Indonesia August Kafiar dan Directore Executive Vice president and Chief Administrative Officer PT Freeport Indonesia Sinta Siraid. Keduanya mengkalim memiliki wewenang mengambil keputusan di perusahaan tambang emas raksasa asal Amerika Serikat ini.
Namun, karyawan tak mempedulikannya. Sekitar 10 ribu pekerja Freeport tetap mogok kerja menuntut kenaikan gaji
sebanyak 2,5 kali atau 250 persen. Hingga pertemuan berakhir pada pukul 18.00 waktu setempat, manajemen PT Freeport belum menanggapi tuntutan Tongoi Papua.
Pertemuan kemarin gagal menghasilkan keputusan. Dialog ditunda hari ini. Saat orasi, Tongoi membacakan tujuh tuntutan kepada manajemen Freeport, selain kenaikan gaji di antaranya penghapusan sistem privatisasi para pekerja.
Kafiar mengaku tidak dapat memastikan tuntutan karyawan yang minta James R Moffett dan Richard Arkidson, dua petinggi Mc Moran datang menemui pekerja. Wakil Ketua DPRD Mimika, Steff Rahangiar, mengatakan segera melayangkan surat panggilan kedua kepada Armando Mahler.
Akibat mogok kerja, aktivitas PT Freeport Indonesia terhenti. Ribuan karyawan sejak Rabu pagi terus berdatangan ke Kota Kuala Kencana, sebelum akhirnya melanjutkan aksinya di gedung DPRD Mimika.
Kepala Kepolisian Resor Mimika, Ajun Komisaris Besar G Mansnembra, mengatakan proses produksi macet tidak ada kegiatan pengolahan lagi. "Pabrik ditutup pada pukul 12.00,"
Juru bicara PT Freeport, Mindo Pangaribuan, membantah bahwa aktivitas produksi terhenti. Menurut Mindo, aksi mogok ribuan pekerja tidak mempengaruhi produksi. ”Produksi berjalan normal. Pengapalan konsentrat tetap berlangsung,” ujar Pangaribuan.
Tjahjono EP
INDEKS BERITA LAINNYA :
|