Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban Longsor di Manggarai Menjadi 30 Orang
Minggu, 04 Maret 2007 | 11:55 WIB

TEMPO Interaktif, Manggarai:Sampai pukul 11.00 Waktu Indonesi Tengah tim evakuasi telah menemukan 30 korban longsor yang meninggal di Mangarai, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, jumlah korban 21 orang dan 48 orang dinyatakan hilang dalam musibah longsor Sabtu (4/3) dini hari iru.

Menurut Frans Leok, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, korban meninggal terdiri dari 28 orang di Kecamatan Cibal, satu koraban di Kecamatan Reok dan satu korban lagi di Kecamatan Ruteng.

Sedangkan korban yang dinyatakan hilang masih 39 orang, yakni di Keccamatan Lambalida 19 orang, Kecamatan Reok 6 orang, dan Kecamatan Cibal 16 orang. Korban selamat yang kini di rawat di rumah sakit sebanyak 7 orang dari Cibal tiga orang, Lambaleda tiga orang, Reok satu orang.

Lokasi longsor memang menyebar di sejumlah kecamatan. Namun yang paling parah di Kecamatan Cibal. Proses evakuasi hari ini difokuskan di Desa Gapong, Kecamatan Cibal.

Tim evakuasi yang turun ke lapangan di antaranya sebanyak 50 orang dari TNI dan polisi. "Mereka baru saja berhasil menembus lokasi bencana sekitar pukul 08.00," ujarnya siang ini.

Frans menambahkan, proses evakuasi masih mengandalkan alat sederhanya seperti sekop dan linggis. Ini karena alat berat yang hendak dikirimkan sulit didatangkan ke lokasi longsor lantaran terhalang tumpukan material yang muntah ke jalan.

Di tempat terpisah, Badan Meteorologi dan Geofisika Kupang, mengingatkan kepada masyarakat dan pemerintah untuk tetap mewaspadai kemungkinan longsor susulan. Potensi itu sehubungan dengan intensitas hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga tiga hari mendatang tergolong sedang sampai tinggi.

Menurut Albert Kusbagia, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang, potensi ini terjadi akibat tekanan udara rendah di bagian tenggara Pulau Timor sehingga memicu terjadinya pertumbuhan awan.

"Curah hujan masih tinggi dalam kurun waktu dua sampai tiga hari ke depan. Tinggi gelombang laut berkisar 3-4 meter," jarnya.

Jems De Fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Longsor di Kediri Meluas, Tiga Dusun Terisolir
Pengungsi Longsor Tolak Transmigrasi
Evakuasi Empat Korban Longsor di Sukabumi Lamban, Ratusan Warga di Cianjur Mengungsi
Bukit Longsor, Tujuh Warga Magelang Tewas
Takut Kena Longsor, Warga Mengungsi
Korban Longsor di Bogor Mendapat Bantuan
Longsor Landa Tiga Desa Lereng Gunung Wilis
Takut Longsor Warga Gunung Putih Mengungsi
Korban Longsor Pandeglang Akan Direlokasi
29 Desa di Lereng Gunung Lawu Rawan Longsor
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk94687 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data