|
Nusa Tenggara Timur
Angin Puting Beliung Menerjang Puluhan Rumah
15 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Kupang: Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/3), dan menghancurkan sedikitnya 68 rumah warga, dua bangunan gereja, satu rumah sakit dan balai pengobatan anak advent dan Markas Kepolisian Daerah NTT. Terjadi hanya sekitar satu menit, angin puting beliung juga telah menumbangkan puluhan papan reklame dan ratusan pohon di pinggir jalan prokokoler kota. Seorang siswa sekolah dasar dilaporkan tertindih pohon dan sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit umum Kupang.
Lokasi terparah terjadi di Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Oebobo: 45 rumah warga rusak parah. Sebagian atap bangunan terbawa angin sampai radius seratus meter. Gedung taman kanak-kanak dan rumah dinas pendeta milik GMIT Jemaat Silo Naikoten 1, juga mengalami kerusakan parah. Kerusakan berat juga terjadi di Kelurahan Sikumana dan Naikolan, Kecamatan Maulafa terhadap 22 rumah warga dan satu bangunan gereja Pentakosta. Tiga unit rumah hancur dan rata dengan tanah, sementara lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap.
Pada saat bersamaan, seorang siswa St. Yoseph Naikoten II Kupang bersama ibunya yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah menggunakan sepeda motor, tertindih pohon tumbang. Beberapa warga yang berada di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit umum Kupang.
"Kami akan berikan bantuan darurat, 50 kilogram beras per kepala keluarga dan uang lauk pauk secukupnya selama satu minggu ke depan. Kita juga akan pertimbangkan untuk memberikan bantuan materil terhadap rehabilitasi fasilitas umum khususnya rumah sakit, gereja, sekolah dan fasilitas lainnya," kata Walikota Kupang, Semual Kristian Lerik, ketika berada di lokasi kejadian. Untuk sementara, kata Lerik, pemerintah mendirikan dua posko di Kelurahan Naikoten 1 dan Kelurahan Naikolan, untuk mendistribusikan bantuan bagi para korban.
Kepala Polda NTT, Brigadir Jenderal Polisi Edward Aritonang juga langsung memerintahkan personilnya untuk membersihkan puing-puing bangunan yang beterbangan hingga ke badan jalan.
Beberapa warga yang ditemui mengisahkan, bencana itu datang tiba-tiba dan terjadi begitu cepat. Bahkan saat musibah terjadi, sebagian warga sedang mempersiapkan diri menuju ke tempat kerja. "Kira-kira satu menit didahului dengan bunyi gemuruh. Tiba-tiba saja, seluruh atap bangunan beterbangan dan pohon-pohon tercabut, terbawa angin sampai ratusan meter," kata Yesaya Amalo, warga Kelurahan Naikoten I Kupang.
Jem's de Fortuna - Tempo News Room
|