Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gulma Ganggu Pelaksanaan PON Kaltim
Senin, 02 Juni 2008 | 08:20 WIB

TEMPO Interaktif, Balikpapan:

Tumbuhan air sejenis gulma di Waduk Manggar Balikpapan dikhawatirkan mengganggu kelancaraan lintasan cabang dayung Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur. Tumbuhan tersebut tumbuh liar di lintasan cabang olahraga dayung hingga seluas 400 hektare.



Pengurus Besar PON Kaltim menunjuk Kota Balikpapan sebagai penyelenggara cabang olahraga (cabor) dayung. Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan lintasan dayung seluas 2 ribu x 120 meter dengan lokasi kawasan Waduk Manggar. Tahapan pembangunan venues dayung sendiri sudah memasuki 75 persen dari keseluruhan sarana dan prasarana fisiknya.

Wakil Walikota Balikpapan, Rizal Effendy mengatakan pembersihan gulma dilakukan dengan cara manual dengan melibatkan unsur TNI. Dia menargetkan pertengahan Juni nanti seluruh tumbuhan gulma sudah dibersihkan dari lintasan cabor dayung.

"Pertengahan Juni sudah selesai dengan gulma. Adapun sarana dan prasarananya pada akhir bulan," ungkapnya.

Wakil Koordinator Sarana dan Prasarana Sub PB PON Kaltim, Sri Sutantinah mengatakan, adanya 3 poin penting dalam penyelesaian cabang dayung yaitu fisik bangunan, kedalaman lintasan dan gulma. Sarana fisik bangunan, katanya sudah memasuki tahap 80 persen dan pembersihan gulma 95 persen.

"Kami mengerahkan sedikitnya 120 orang dari unsur TNI untuk pembersihan gulma," ungkapnya.

Tumbuhan gulma, kata Sutantinah dibersihkan secara swakelola dari lintasan cabor dayung. Sebagian diantaranya hanya diikat dengan tali agar tidak hangut sehingga mengganggu jalannya lomba.

Adapun kedalaman lintasan dayung, lanjutnya diserahkan sepenuhnya pada Balai Wilayah Sungai Kalimantan. Pendalaman Waduk Manggar mempergunakan alokasi kas pemerintah pusat.

"Proses seluruhnya, kami tidak tahu," tutur Sutantinah.

SG Wibisono/Tempo Newsroom


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk124107 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2008>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data