|
Lagi, Kereta Anjlok Di Cipeundeuy
Kamis, 11 September 2008 | 22:43 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Belum sepekan kereta Argowilis meleset dari rel di kawasan Bumi Waluya-Cipeundeuy, kini giliran Mutiara Selatan anjlok di kawasan yang sama. Kereta jurusan Bandung-Surabaya itu anjlok sekitar pukul 19.00 tadi di km 231+7/8.
"Sekitar dua kilometeran dari titik anjlok Sabtu (6/9) lalu di km 233,"ucap Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung, Mateta Rizalulhaq saat dihubungi di Bandung Kamis (11/9) malam. "Bagian yang anjlok adalah as roda gerbong kedua dari depan."
Mateta yang saat dihubungi tengah berada di lokasi kejadian memastikan tidak ada korban cedera apalagi korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia menduga penyebab anjlok adalah karena bantalan dan rel di kawasan itu sedang diperbaiki. "Di sini (Bumi waluya-Cipeundeuy) sedang ada proyek Departemen Perhubungan untuk perbaikan rel dan bantalannya,"katanya.
Padahal kereta yang berangkat dari Bandung sekitar pukul 17.00 itu sudah berjalan dengan kecepatan lambat. "tapi tetap saja anjlok." Mateta juga memastikan dalam peristiwa ini tak ada penumpang Mutiara Selatan yang telantar. "Kami sedang berupaya mengevakuasi,'katanya.
Meski begitu, Mateta mengakui, peristiwa ini menyebabkan tertundanya perjalanan dua kereta dari arah berlawanan. Argowilis dari Surabaya dengan 67 penumpang tertahan di stasion Cipeundeuy. "Tapi semua penumpangnya akan segera dipindah ke bis menuju Bandung,'kata Mateta..
Satu lagi adalah Turangga rute Bandung-Surabaya tertahan di stasion Cibatu. "Jumlah penumpang saya belum mendapat informasi,"katanya.
Pekan lalu, Daop II Bandung sempat menjanjikan pihaknya akan menambah frekuensi pemeriksaan jalur kereta siang dan malam. Itu dilakukan untuk mencegah terulangnya persitiwa kereta anjlok.
Saat memasuki areal proyek perbaikan jalur, Mateta manandaskan, kecepatan Mutiara Selatan sebenarnya sekitar 10-an km per jam saja. "Tapi ternyata anjlok juga,"tandasnya.
Erick P. Hardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|