|
Ciri Fisik Korban Ryan Sama, Keluarga Fauzin Gundah
Selasa, 09 September 2008 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Nganjuk:Keluarga Fauzin Suyanto alias Yanto, 29 tahun, warga Jalan M.T Haryono I, Kecamatan Kota, Kabupaten Nganjuk, mulai gundah. Kegundahan terkait dengan adanya kesamaan ciri fisik mayat Mr X yang ditemukan di kebun tebu Bandar Kedungmulyo, Jombang dengan Fauzin.
Karenanya, mereka berharap polisi segera menentukan kapastian jasad siapa sebenarnya yang ditemukan di kebun tebu itu.
"Memang ada kesamaan ciri. Tapi kami juga tidak yakin mayat di kebun tebu itu mayat adik saya karena hilangnya dia sudah setahun lalu," kata Sudarsih, kakak sepupu Fauzin Suyanto, Selasa (9/9).
Menurut Sudarsih, keluarga juga ingin bisa melihat lagi baju yang dikenakan jenazah dikebun tebu itu.
Salah satu ciri-ciri yang diingat Sudarsih adalah gigi gingsul Yanto berada di sebelah kiri. Namun dia tidak tahu apakah gigi gingsul mayat Mr X di kebun tebu itu juga di sebelah kiri. Sudarsih juga mengakui adiknya punya luka bakar knalpot di bagian kaki seperti mayat kebun tebu. "Tapi kami yakin adik kami bukan korban pembunuhan Ryan," katanya.
Untuk membantu penyelidikan, keluarga siap jika dilakukan test DNA untuk mencocokan dengan mayat kebun tebu. Ibu Yanto (Suyati) bahkan sudah diambil sampel darahnya. Namun pihak keluarga kesulitan ketika diminta memberikan contoh darah ayah Yanto karena yang bersangkutan tidak jelas keberadaanya, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Sejak berumur tujuh bulan, Yanto dirawat Sudarwoto, kakak sepupu Yanto. Lelaki berumur 42 tahun itu sudah menganggap Yanto sebagi putranya sendiri. Selama ini kedua orang tua Yanto, Isnan dan Suyati bekerja di Jakarta. Saat ini Suyati telah kembali ke Nganjuk dan tinggal di tinggal Desa Kacangan Kecamatan Berbek.
Fauzin Suyanto dinyatakan hilang sejak setahun lalu, tepatnya tanggal 21 September 2007, saat bulan Ramadhan sekitar pukul 18.00 wib. Saat pergi Yanto menaiki sepeda motor Honda Supra Fit warna merah bernomor polisi AG 2426 UM. Hingga saat menghilangnya, Sarjana Bahasa Inggris lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nganjuk tahun 2002 itu masih tercatat sebagai pegawai honorer di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk.
Setelah beberapa hari tak kembali, keluarga mencari dan membongkar kamar Yanto. Tak ada barang yang dibawa pergi. Namun dari lemari pakaiannya, keluarga menemukan buku harian berisi curahan hati Yanto yang juga menyebutkan tentang kisahnya sebagai orang yang menyukai sejenis.
Keluarga akhirnya melapor ke Kepolisian Sektor Kota Nganjuk pada tanggal 24 September 2007 sambil menyertakan buku harian Yanto. Ketika kasus Ryan mencuat, keluarga langsung melaporkan ke Polres Jombang sambil membawa data dan barang milik Yanto yang bisa dipakai petunjuk. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|