|
Denpasar Punya Klinik Kesehatan Seks Remaja
Rabu, 03 September 2008 | 19:31 WIB
TEMPO Interaktif, DENPASAR:Sebuah klinik khusus yang melayani masalah kesehatan dan seksual remaja, Rabu (3/9) dibuka di Denpasar oleh lembaga swadaya masyarakat Kita Sayang Remaja. Klinik ini sekaligus akan dijadikan pusat informasi mengenai pendidikan seksual bagi remaja, termasuk konsultasi masalah reproduksi.
Koordinator LSM Kita Sayang Remaja (Kisara), Nyoman Sutarsa, mengatakan saat ini informasi mengenai seks sangat mudah diakses remaja melalui berbagai media. ‘’Sebagian besar merupakan informasi yang salah, menyesatkan, dan tidak bertanggung jawab,” ujarnya. Di pihak lain, sekolah dan orang tua tidak mampu memberikan informasi penyeimbang karena masalah seksual masih dianggap hal yang tabu.
Data yang dilansir Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menunjukkan dari 62 juta remaja usia 10 – 24 tahun di Indonesia, 15 persen sudah melakukan hubungan pra-nikah. Dari 2,3 juta kasus aborsi pertahun, 20 porsen di antara pelakunya juga remaja. Khusus di Bali, berdasarkan survey Kisara pada 2007, memperkirakan 11 persen remaja telah melakukan hubungan seks pra nikah.
Klinik juga memberikan layanan informasi kesehatan reproduksi. Menurut Made Oka Negara dari Bali Youth Foundation, para remaja sering mengalami diskriminasi dari lembaga kesehatan resmi, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) dan rumah sakit. Remaja yang
mengalami Kehamilan Tak Diinginkan (KTD), atau
mengalami penyakit infeski Menular Seksual (IMS), seringkali dilayani dengan sikap dan perlakuan yang buruk.
Klinik juga dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan penularan HIV AIDS di kalangan remaja, yang juga menjadi kelompok yang rentan tertular virus karena perilaku seks yang salah. ‘’Kami ingin mendorong perilaku seks yang bertanggungjawab demi kesehatan mereka,’’ tutur Oka Negara. ROFIQI HASAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|