|
Ribuan Warga Jember Mulai Berpuasa Hari Ini
Minggu, 31 Agustus 2008 | 08:46 WIB
TEMPO Interaktif, JEMBER:Meskipun mayoritas umat Islam dan pemerintah Indonesia telah menetapkan awal puasa Senin (01/09) besok, namun ribuan umat Islam di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, telah mulai berpuasa hari Minggu ini (31/08).
Sebagai tanda mengawali puasa, mereka melakukan shalat tarawih berjamaah di pondok pesantren Mafilud Dhiroor dan 10 mesjid di desa setempat, Sabtu (30/08) tadi malam. "Bagi kami, hari Senin ini adalah awal Ramadhan," kata pengasuh Pondok Pesantren Mafilud Dhiroor KH. Ali Wafa, kepada TEMPO, Minggu (1/09) pagi.
Menurutnya, perbedaan penentuan awal Ramadhan, sama saja dengan penentuan 1 syawal atau Idul Fitri dan penetapan Idul Adha. "Itu masalah 'khilafiyah' atau ihktilaf. Dalam Islam Ikhtilaf bukan masalah atau konflik. Perbedaan itu adalah rahmat. Kita harus menghormati apa yang kita yakini masing-masing, jangan sampai perbedaan dijadikan masalah atau konflik," tambahnya.
Memang, pondok pesantren Mafilud Dhiroor telah bertahun-tahun melakukan keyakinan yang berbeda atau 'melawan arus' dalam soal penetapan awal puasa, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Segenap penghuni dan juga alumni pondok shalaf itu menggunakan sistem "khumasi"(dari bahasa Arab, yang berarti Lima/khomsatun), yang berdasarkan pada kitab 'Nazahatul Majaalis', karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i.
Dengan sistem perhitungan 'khumasi' itu, penentuan awal puasa Ramadhan bisa ditentukan dengan cara menghitung lima hari dari hari raya Idul fitri tahun sebelumnya. “Hasilnya, penentuan awal puasa dan idul Fitri selalu sama dengan yang terjadi di Mekkah," tambah KH Ali Wafa.
Meskipun selalu berbeda setiap tahun, warga dan alumni pondok pesantren shalaf yang berdiri tahun 1826 itu pernah menetapkan awal puasa yang bersamaan dengan mayoritas umat Islam di tanah air. "Tahun 1988 dan 1994, kita mengawali puasa sama dengan ketetapan pemerintah," kata Ali Wafa. MAHBUB DJUNAIDY
INDEKS BERITA LAINNYA :
|