|
Warga Lembang Selamatkan Mata Air Cikareo
Selasa, 26 Agustus 2008 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG BARAT:Sejumlah warga Lembang mengelar aksi penyelamatan mata air Cikareo yang terletak di Desa Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. “Ini sebagai upaya agar persediaan air untuk warga dapat terus terpenuhi,” ujar Koordinator Jaringan Kelompok Masyarakat 10 Desa Persatuan Organisasi Rakyat Tatar Alam Bandung Eson Tarhasan di Bandung Barat, Selasa (26/8).
Menurut Eson, persediaan air di Lembang dari hari ke hari semakin menyusut. “Selama ini untuk mengambil air bersih saja kami harus berjalan kaki satu kilometer,” kata warga Desa Mekarwangi itu.
Eson menambahkan, selama ini warga sudah melakukan upaya agar stok air di kawasan Lembang tetap terjaga. Di antaranya, mengajak warga untuk aktif dalam kegiatan Sekolah Lapangan. “Salah satu programnya mengawal program rehabilitasi lahan kritis,” katanya.
Spesialis Pengelolaan Sumber Daya Air Environmental Service Progam (ESP) Asep Mulyana mengatakan mata air Cikareo merupakan satu dari 77 mata air yang ada di kawasan Bandung Utara yang harus dikelola. “Sejak Juni lalu hingga bulan ini, mata air Cikareo menyusut sekitar lima belas centimeter,” ujar Asep.
Untuk memulihkan volume debit air di kawasan Lembang, kata Asep, mereka menerapkan konsep zonasi perlindungan mata air. Konsep ini, membagi kawasan Lembang menjadi tiga zona. Zona satu seluas 41,7 Hektare, zona dua seluas 416,9 hektare, dan zona tiga 726 hektare.
Penentuan zonasi itu, kata Eson, ditetapkan antara lain berdasarkan sifat dan karakteristik batuan dan tanah, data hidrologis, hidrogeologis, dan topografi. “Penentuan zonasi ini membantu metoda teknik peresapan air ke dalam tanah yang akan memulihkan debit mata air,” kata Asep.
Direktur Air Bersih PDAM Kota Bandung Tardan Setiawan mengatakan mendukung upaya pemulihan Cikareo ini. “Ini akan membantu mengatasi penyusutan volume air bersih di Kota Bandung,” ujar Tardan.
Menurut Tardan, kebutuhan PDAM Kota Bandung sekitar 4.600 liter per detik sedangkan produksi saat ini baru mencapai 2.620 liter per detik. “Kami juga ingin tetap bekerjasama dengan warga Lembang untuk penanaman pohon dengan menyumbang 500 bibit pohon aren,” ujarnya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|