Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Holcim Dituding Penyebab Krisis Air di Tuban.
Selasa, 26 Agustus 2008 | 17:25 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Menyusul adanya perluasan pabrik semen PT Holcim, krisis air di sejumlah Desa di kawasan Kecamatan Tambakboyo dan Jenu Kabupaten Tuban, kemungkinan akan terus meluas. Pabrik semen PT Holcim ini diperkirakan akan menggusur sejumlah waduk dan sumber air di perbatasan kedua kecamatan tersebut.

Kekhawatiran warga beralasan. Pasalnya di antara perbatasan Kecamatan itu, terdapat waduk Sawir di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo. Pada musim kemarau, waduk menjadi andalan air warga berikut pengairan pertanian.

Selama ini, waduk seluas 150 meter persegi ini, mengandalkan resapan air hujan dari pegunungan Merkawang yang terdiri dari Gunung Jambangan, Kolbu, Sigero dan Gunung Ogal Agil.

Posisi waduk Sawir berada di sebelah utara empat gunung. Sebelah selatan waduk adalah area tambang PT. Holcim dengan luasan sekitar 1.075 hektare.

Kekhawatiran akan hilangnya cadangan air tersebut dikemukakan Syaiful Abdad, warga Tambakboyo. Menurutnya, waduk Sawir merupakan salah satu cadangan air bagi sejumlah desa, antara lainnya Desa Suwir, Mertawang, Dasin, Glondonggede, Sabantoro, Kenanti dan Cotong Kecamatan Tambakboyo.

Menurutnya Syaiful, jika sebagian kawasan Suwir dieksplorasi untuk pabrik semen, dikhawatirkan masyarakat kehilangan mata air. “Kawasan tersebut cadangan air bagi warga,” kata Syaiful, Selasa (26/8).

Pendapat serupa juga dikatakan Edi Thoyobi, aktivis Cagar Tuban. Menurutnya, kawasan di Kecamatan Tambakboyo, Kerek, dan Jenu sudah dikuasai oleh pabrik semen besar. Selain PT Semen Gresik yang sudah lama menguasai tanah seluas 600 hektare lebih, kini muncul PT Holcim yang menguasai lebih dari 1.000 hektare. “Penguasaan lahan di Tuban oleh pabrik semen jelas ancaman lingkungan,” tandasnya.

Menurut Edi, di kawasan tersebut kemungkinan juga terdapat sejumlah goa. Sebab di Kabupaten Tuban tercatat ada sekitar 90 lebih goa yang tersebar di hampir 20 Kecamatan. Biasanya goa-goa di tanah berkapur ini, di sekitarnya terdapat cadangan air.

Juru bicara PT Holcim, Deni Nur Yandain membantah jika ekplorasi perusahaannya akan menabrak waduk Sawir di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo. Menurutnya, tim tambang dari Holcim akan membuat kawasan tangkapan air untuk penyuplai waduk.
"Tim kami telah melakukan survei di sejumlah lokasiuntuk melestarikan lingkungan," katanya

Pemerintah Kabupaten Tuban menyebutkan bahwa PT Holcim telah mendapatkan izin Analisa Dampak Lingkungan dari Pemerintah Kabupaten Tuban. "Tapi ke depannya, perusahaan ini juga harus peka terhadap lingkungan,“ kata Sukristiyono, juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban

SUJATMIKO





Dari Arsip Majalah TEMPO
Surga Bekantan yang Hilang | 21 Maret 2005
Kisah Racun Berkedok Pupuk | 21 Pebruari 2005
Bajaj? Nehi, Nehi... | 14 Pebruari 2005
Bernapas Lega di Jakarta | 14 Pebruari 2005
Menuju Jakarta Bebas Rokok | 07 Pebruari 2005
No Smoking City | 07 Pebruari 2005
Bila Denda Rokok Seharga Rumah | 07 Pebruari 2005
Presiden Bisa Digugat  | 15 Desember 1998
Mimpi Buruk Lahan Sejuta Hektare  | 15 Desember 1998
Mengharap Udang, Diberi Limbah  | 01 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketinggian Pohon Punya Batas
Makin Indah, Makin Pintar
Demo di Singapore International School Berakhir Ricuh
Presiden Minta Masyarakat Aktif Cegah Pencemaran
Presiden Serahkan Kalpataru dan Adipura
Berry Nahdian Pimpin Walhi Periode 2008-2012
Penderita Penyakit Akibat Menipisnya Ozon Meningkat
Asosiasi Hotel di Bali Gandeng Greenpeace
Rachmat Witoelar Buka Musyawarah Nasional Lingkungan Hidup
Mekanisme REDD Harus Lindungi Masyarakat
> selengkapnya...

Referensi

UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132410 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data