Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perencanaan Bandar Udara Banyuwangi Mulai diselidiki
Kamis, 21 Agustus 2008 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Banyuwangi:Tim jaksa kasus korupsi Bandar Udara Banyuwangi sebesar Rp 41 miliar, Kamis (21/08), memeriksa tujuh saksi. Yakni, mantan Sekretaris Kabupaten 2005 Asmai Hadi, Ghani Priyanto selaku mantan Kepala Subbagian Perbendaharaan gaji, Soewono sebagai mantan Kepala Bagian Perlengkapan, dan empat pemilik lahan. Pemeriksaan mereka masih seputar pembebasan lahan bandar udara mulai tahun 2002-2007.

Selain mengusut pembebasan lahan, tim jaksa akan mengembangkan pemeriksaan pada proses perencanaan bandar udara itu. Kordinator tim jaksa, Muhammad Anwar menemukan proses perencanaan Bandar Udara Banyuwangi penuh manipulasi.

Menurut Anwar, pada tahun 2002 ada tiga lokasi yang akan dipilih sebagai tempat pembangunan Bandar udara. Yakni di Kecamatan Wongsorejo, Glenmore dan Rogojampi. Pemkab melakukan penunjukan langsung untuk studi perencanaan Bandar Udara kepada PT Wiratman, yang berlokasi di Surabaya.

Hasil rekomendasi PT Wiratman, kata Anwar, kecamatan Rogojampi, tepatnya di Desa Blimbingsari ditunjuk sebagai lokasi bandar udara.Padahal, kata Anwar, justru kecamatan Glenmore berpotensi bila akan dibangun bandar udara. Di kecamatan itu, dulunya dipakai oleh Belanda menjadi tempat pendaratan kapal terbang dan bekasnya masih nampak hingga sekarang.

Apalagi, saat ini tanahnya masih milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII."Kalau pakai di Glenmore, uang daerah tidak perlu keluar," kata Anwar yang juga menjabat Kepala sub bidang Tindak Pidana Korupsi Direktorat Upaya Hukum dan Eksekusi Jaksa Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Penunjukan langsung PT Wiratman itu dinilai melanggar Keputusan Presiden No 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. sesuai keputusan itu, seharusnya pengadaan barang dan jasa diatas Rp 50 juta harus melalui tender.

Anwar mencurigai, keterkaitan pemilihan lokasi Desa Blimbingsari itu dengan upaya para oknum mencari keuntungan. Karena menjelang pembangunan, tanah yang ditetapkan menjadi lokasi bandar udara ternyata sudah berpindah nama dimiliki oleh Effendi dan keluarganya. "Ini ada apa?" katanya lagi.

Effendi saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi. Menurut Anwar, proses perencanaan hingga pembebasan lahan bandar udara tidak lepas dari peranan Samsul Hadi, yang saat itu menjabat Bupati Banyuwangi.

Jumat (15/08) Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka atas kasus yang merugikan negara Rp 41 miliar. Mereka adalah yang terlibat dalam pembebasan lahan pada 2002 hingga 2005, yakni mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi; mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nawolo Pasetyo; mantan Kepala Desa Pengantigan, Effendi; dan mantan Camat Kabat, Sugeng Siswanto.

Sedangkan pada periode 2006-2007 adalah mantan Sekretaris Kabupaten, Sujiharto; mantan Kepala Bagian Perlengkapan, Sugiharto; dan mantan Pelaksana Tugas Kepala Kantor BPN, Suharno.

Pelaksana tugas Kepala Bidang Fisik, Sarana-Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pemilihan Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi untuk bandar udara karena topografi di daerah itu lebih aman dibandingkan dengan Glenmore yang banyak perbukitan. Syarat topografi ini, katanya, menjadi hal penting menyangkut kawasan yang aman untuk penerbangan. "Blimbingsari lebih datar," katanya Mujiono.

Menurut Mujiono, ia tidak tahu menahu apakah PT Wiratman hasil penujukan langsung atau tender karena ia baru menjabat tahun 2004. Tapi sesuai dokumen di Bappekab, PT Wiratman menjadi konsultan studi perencanaan bandara sejak tahun 2002-2003 dengan anggaran dari APBD sebesar Rp 1,2 miliar. IKA NINGTYAS

Dari Arsip Majalah TEMPO
Amuk Batu Siaga Satu | 04 April 2005
Tak Pantas Jadi Beban Negara | 28 Maret 2005
Beringin dan Ka'bah di Dua Pengadilan | 21 Pebruari 2005
Parade Pamong Pesakitan | 13 Desember 2004
Akibat Berpesta Anggaran  | 21 Juni 2004
Kepanikan di Garut  | 21 Juni 2004
Dari Aceh sampai Cirebon  | 24 Mei 2004
Huzrin Hood Ditahan  | 02 Juni 2003
Dan Berpestalah Wakil Kita  | 19 Mei 2003
R. Nuriana:"Saya Hanya Penyelenggara" | 28 April 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Golkar Tak Campuri Masalah Hukum Acang
BPKP Audit Tersangka Korupsi Rumah Sakit Balikpapan
Izin Pemeriksaan Anggota DPRD Garut Belum Diterima
Kejaksaan Tahan Pegawai Dinas PU Buleleng
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Kepala Bappeda Serang Diperiksa
Agus Daoed Akan Diperiksa Dua Pekan Lagi
Bekas Pimpinan DPRD Sumatera Barat Bebas
Kontraktor Website Maluku Ditahan
Kejaksaan Menahan Sembilan Tersangka Korupsi Lemari Arsip
> selengkapnya...

Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Kejaksaan di Daerah Kurang Mendukung Upaya Pemberantasan Korupsi
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
Pemberantasan Korupsi dari Masa ke Masa
BADAN ANTIKORUPSI
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131811 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data