|
Pemerintah Blitar Akan Pertontonkan Pemberontakan PETA di Blitar
Kamis, 14 Agustus 2008 | 12:01 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Untuk membuktikan pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu, warga Semarang yang mengaku sebagai Supriyadi, Pemerintah Kota Blitar akan mempertontonkan drama kolosal yang tiap tahun dipentaskan di Blitar tiap tanggal 14 Pebruari. Hal itu perlu dilakukan karena tiap tahun para veteran PETA (Pembela Tanah Air) dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Blitar sambil melihat drama kolosal pemberontakan PETA.
"Kami siap mementaskan drama kolosal pemberontakan PETA untuk Pak Andaryoko dan mempertemukannya dengan para pejuang PETA," kata Walikota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat kepada Tempo melalui telepon selulernya, Kamis (14/8).
Pertemuan dengan para pelaku pemberontakan PETA itu akan menjadi kesaksian otentik, apakah Andaryoko benar-benar Supriyadi atau hanya karangan cerita isapan jempol semata. Meskipun peristiwa itu telah terjadi 63 tahun silam, namun pasti ada hal-hal khusus yang bisa mengingatkan atau membuka kambali memori seseorang atas peritiwa itu.
"Jika ternyata para veteran PETA sama sekali tidak kenal dengan Andaryoko, berarti pengakuannya sebagai Supriyadi tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Djarot.
Sebelum dilakukan pertemuan antara Andaryoko dengan para relawan PETA dan keluarga Supriyadi di Blitar, Walikota Blitar meminta semua pihak tidak menjatuhkan vonis apapun kepada Andaryoko. "Biar dibuktikan dulu melalui uji sejarah yang berlandaskan analisis histori yang benar. Siapa tahu memang beliau adalah Supriyadi yang sesungguhnya," kata Walikota Djarot. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|