Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pilkada Kota Bandung

Pendukung Synar Dianjurkan Memilih Trendi
Minggu, 10 Agustus 2008 | 18:12 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Gagal maju dalam pemilihan walikota Bandung, pasangan Syinar Budhi Arta- Arry Akhmad Arman memilih cara sendiri berpartisipasi. Kandidat dari jalur non partai yang urung berlaga ini menyarankan pendukungnya mencoblos kandidat dari Partai Keadilan Sejahtera, Taufikurachman – Deni Triesnahadi (Trendi). “Karena visi dan misi Trendi hampir sama dengan kami” kata M. Sidarta, juru bicara Synar-Arry kepada TEMPO, Ahad (10/8).

Visi misi itu, kata Sidarta, antara lain memberantas korupsi di tubuh birokrat serta mempermudah pelayanan terhadap publik. “Kami berharap pasangan Trendi konsisten dengan visi misi itu jika mereka terpilih,” katanya.

Pasangan Trendi adalah satu dari tiga pasang kandidat walikota Bandung yang tengah berlaga hari ini. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu berebut peluang dengan pasangan Dada Rosada – Ayi Vivananda yang diusung antara lain oleh Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan PAN, serta pasangan perseorangan Hudaya Prawira – Nahadi (Hadi).

Sidarta mengaku sudah menyebarkan anjuran ini kepada para pendukung Synar sejak beberapa hari lalu. Meski pun, tentu saja, mereka tak bisa menjamin apakah setiba di TPS mereka akan golput atau tidak. “Pendukung Synar mencapai lebih dari 73 ribu,” ujarnya.

Pasangan Synar sendiri gagal bertarung dalam pemilihan walikota Bandung yang digelar hari ini karena tak lolos proses verifikasi KPU. Bersama pendukungnya, Synar menggugat KPU Kota Bandung karena dinilai telah menghilangkan suara pendukung mereka. Pengadilan atas gugatan ini masih bergulir di PTUN Bandung.

Menurut Sidarta, pasangan itu sudah tidak berharap dapat memenangkan gugatan sehingga dapat bertarung di pemilihan walikota Bandung. Namun mereka ingin membuktikan kepada publik bahwa verifikasi KPU Kota Bandung ternyata tidak benar. “Hanya untuk pembelajaran demokrasi dan penegakkan hukum,” katanya.

Rana Akbari Fitriawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di TPS Nahadi, Angka Golput 45 persen
Bajigur dan Saung Sunda di TPS Tempo Doeloe
Pilkada Kota Bandung Minim Pemantau
Hudaya Targetkan Kemenangan 45 Persen
Boyong Seisi Rumah, Dada Nyoblos di TPS 46
Hari ini Warga Bandung Pilih Walikota
KPU Yakin Golput Hanya 20 persen
Menjelang Pencoblosan Logistik Belum Rampung.
Polisi Usut Teror di Rumah Zakat
Diteror, Tim Sukses Trendi Melapor Ke Polisi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130298 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data