|
Asmudji Menangis pada Ulang Tahun Serang
Minggu, 10 Agustus 2008 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, SERANG:Peringatan hari ulang tahun Kota Serang yang pertama pada hari Minggu (10/8) ini membuat, Penjabat Walikota Serang Asmudji menangis di depan sidang paripurna DPRD Kota Serang. Asmuji mengaku sedih karena banyak masalah sosial yang tidak teratasi. "Saya sedih, banyak masalah di Kota Serang yang belum diselesaikan," kata Asmudji sambil terisak diatas mimbar DPRD, hari ini.
Pejabat yang dikukuhkan Menteri Dalam Negeri pada 2 November 2007 lalu ini mengaku sedih karena Serang yang juga ibukota provinsi Banten ini, kondisi masyarakatnya masih jauh terbelakang. Banyak warganya yang masih terbelit kemiskinan. Wajib belajar 9 tahun pun jauh dari pemenuhan. Belum lagi kasus gizi buruk yang tinggi. Jumlahnya mencapai 569 kasus pada tahun ini.
Selain itu, menurut eks Asisten Daerah 1 Provinsi Banten itu, separoh dari 571
ribu warga Serang juga belum menikmati air dan sanitasi yang bersih. "Warga kota, tapi kondisi kesejahteraan rakyatnya belum baik," ujarnya.
Karenanya, Asmuji berharap warga Kota Serang tak salah memilih pada Pilkada
pertama yang akan di gelar, 30 Agustus mendatang. "Pemimpin ibukota provinsi haruslah orang yang mampu mengatasi masalah-masalah” ujar Asmudji yang akan mengakhiri tugasnya pada November mendatang.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengucapkan terimakasihnya kepada Asmudji yang telah menjadi penjabat sementara mengantarkan masa transisi di Kota Serang, "Tugas beliau (Asmudji) tinggal satu, yakni menyukseskan pilkada," kata Atut.
Kota Serang di bentuk sejak setahun lalu dengan Undang-undang No 32 tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang. Sebelum menjadi kota otonom, Kota Serang adalah bagian dari Kabupaten Serang.
Mabsuti Ibnu Marhas
INDEKS BERITA LAINNYA :
|