|
HTI Jatim Tolak Pembebasan Dua Pentolan OPM
Minggu, 10 Agustus 2008 | 10:46 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Sekitar 500 massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur menggelar unjuk rasa disekitar Kantor Konsulat Jenderal Amerika
di jalan Dr Sutomo Surabaya, (10/8).
Massa mengutuk Konnggres Amerika yang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pembebasan dua tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Filep Karma dan Yusak Pakade.
"Kami semua tahu, OPM berupaya memisahkan diri dari Indonesia, tapi dengan dalih kebebasan berpendapat, 40 anggota konggres AS mengirimkan surat minta SBY bebaskan dua tokoh OPM," kata Koordinator aksi yang juga ketua HTI Surabaya, Fikri A Zudiar.
Pembebasan dua tokoh tersebut, kata Fikri, hanya akan membuat bangsa ini terpecah belah.
Surat yang dikirimkan anggota konggres tersebut menurutnya juga bisa diartikan jika Amerika mendukung gerakan separatis yang berarti menginginkan Papua keluar dari Indonesia.
Karenanya, massa juga mendesak Presiden untuk menolak surat yang dikirimkan oleh anggota konggres tersebut.
"Kholifah Islamiyah tidak akan terwujud jika warga bangsa sendiri masih terpecah belah. Kami berharap kepada seluruh umat islam di Indonesia bersatu menolak segala bentuk campurtangan Amerika," kata Juru Bicara Aksi Muhammad Ismail Yusanto.
Dalam aksinya, selain membawa berbagai spanduk dan poster, massa juga menyampaikan berbagai orasi secara bergantian. Tidak seperti unjuk rasa kebanyakan, peserta aksi dibagi dua bagian berhadap-hadapan antara massa laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh seperangkat sound
sistem.
Ketatnya penjagaan dari aparat kepolisian membuat aksi yang juga diikuti oleh para anak-anak ini tidak bisa mendekati Kantor Konjen AS. Massa hanya diperbolehkan menggelar berbagai aksinya dengan jarak sekitar 100 meter disebelah barat Konjen. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|