Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Imam Utomo Keberatan Putaran Kedua 5 November
Jum'at, 08 Agustus 2008 | 14:14 WIB

TEMPO Interaktif, SURABAYA:Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, tak setuju pemilihan gubernur putaran kedua digelar 5 November seperti rencana Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur. Alasannya akan mengganggu penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2009. "Sebaiknya dilaksanakan bulan Oktober," kata Imam usai meresmikan masjid Baitul Hamdi di kantor provinsi Jawa Timur, Jumat (8/8).

Sebelumnya, KPU Jawa Timur sudah mengumumkan penetapan pemenang pilgub putaran pertama pada 7 Agustus lalu. Menurut undang-undang nomor 22 tahun 2007, pilgub putaran kedua digelar 60 hari setelah penetapan. Jika tidak ada gugatan terhdap hasil penetapan, pilgub putaran kedua digelar 7 Oktober.

Namun tanggal 7 Oktober masih dalam suasana lebaran dan masyarakat masih mudik, sehingga selain dikhatirkan angka golput tinggi, distribusi logistik juga akan terganggu. Kemudian diputuskan putaran kedua dilakukan tanggal 14 Oktober. Ternyata tanggal inipun ternyata bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, yang menyita waktu karena berbagai kesibukan. KPU Jawa Timur akhirnya menetapkan tanggal 5 Nopember, yang akan segera dikonsultasikan dengan KPU pusat dan Departemen Dalam Negeri.

Menurut gubernur, tenggang waktu kurang dari 60 hari tidak menjadi masalah dari pada harus lebih lama. Desk Pilkada Jawa Timur, Sukardo, menyetujui usulan gubernur. Ia berharap pilgub putaran kedua paling lambat digelar akhir Oktober. Selain untuk menghemat biaya, mencegah supaya masyarakat tidak bersemangat mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS), karena terlalu lama menunggu.

Calon Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang hadir dalam peresmian masjid, juga berharap putaran kedua digelar Oktober. Jika dipaksanakan pada 5 Nopember, penyusunan APBD 2009 tidak akan selesai sampai akhir 2008. ’’Akibatnya, gubernur yang baru tidak bisa melakukan apa-apa selama tahun 2009 karena tidak ada pedoman kerja karena belum disahkan APBD,’’ kata Soekarwo yang sedang non aktif dari jabatannya sebagai Sekretaris Provinsi tersebut.

Di kalangan KPU Jawa Timur masih terdapat perbedaan pendapat. Didik Prasetiyono, setuju akhir Oktober, tapi empat anggota lainnya memilih tanggal 5 Nopember, sehingga mereka meminta perpanjangan masa jabatannya.

Adi Mawardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wahidin Halim Gelar Deklarasi
Khofifah Setuju Putaran Kedua Dipercepat
November, Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur Marak
Gugatan Sutjipto-Ridwan Hisyam Bakal Sia-sia
Soal Pemilihan Gubernur, KPU Jawa Timur Lobi ke Jakarta
Kondisi Mental Mantan Calon Bupati Ponorogo Berangsur Normal
Maju ke Pilkada, Primus Yustisio Disumbang Petani
Rekomendasi DPP PDI Perjuangan Menuai Protes
Trendi Targetkan 40 Persen Suara
Surat Suara Pilkada Kota Serang Salah Cetak
> selengkapnya...

Referensi

Penggusur dari Partai Gurem
Keran Independen Masih Tersumbat
Survei Membuktikan...
Selamat Tinggal Partai
Pertarungan Dimulai

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130129 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data