Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Desa Tolak Jenazah Rio Alex Bullo
Jum'at, 08 Agustus 2008 | 10:34 WIB

TEMPO Interaktif, Purwokerto:Warga Desa Kalibenda, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, menolak jenazah Rio Alex Bullo, pembunuh berantai yag dieksekusi tengah malam tadi. Kabar penolakan ini disampaikan Kepala Polres Purwokerto, Ajun Komisaris Besar Aris Hari Prasodjo. Karena ditolak, jenazah Rio dikubur di Desa Kejawar Kecamatan Banyumas.

Jarak antara Kalibenda ke Desa Kejawar kurang lebih 20 kilometer. Pilihan kuburan Kalibenda karena dianggap paling dekat dengan Rumah Sakit Margono Sukarjo, tempat jenazah Rio di otopsi setelah ditembak mati. Jaraknya sekitar lima kilometer. “Setelah mendengar ada penolakan, kami mencaikan tempat pemakaman alternatif,” katanya.

Akibat penolakan ini keluarga Rio protes ke kepolisian. Mereka merasa tidak diberi tahu adanya penolakan dan kepastian lokasi makam alternatif. Istrinya Rio, Tuti Alawiyah, baru mengetahui setelah jenazah Rio keluar dari rumah sakit. Ia datang ke kuburan saat proses pemakaman sudah selesai. “Kami sudah menyelesaikan keberatan keluarga,” ujar Hari, Jumat (8/8). “Sekitar pukul 09.00 tadi seluruh prosesi pemakaman jenazah selesai.”

Rio divonis mati oleh Pengadilan Negeri Purwokerto karena membunuh sejumlah orang. Di antaranya bos persewaan mobil bernama Jeje Suraji. Peristiwa ini berlangsung di Hotel Rosenda Baturaden, 21 Januari 2001. Niat Rio membunuh untuk mengambil mobil korban. Modus yang diperankan berlagak sebagai pebisnis perumahan. Ria mengepruk kepala Jeje dengan martil hingga tewas.

Setelah membunuh Jeje, pria 30 tahun kelahiran Sleman, Yogyakarta, itu membantai tiga orang di Bandung dan Semarang. Motif membunuh sama, merampok mobil milik korban. Cara menghabisi mangsanya dengan palu. Sejak itulah almarhum dijuluki Rio Martil.

“Gemar” membunuh orang rupanya belum hilang meski Rio dijebloskan ke penjara. Pada setelah dipindahkan dari Penjara Kedungpane, Semarang ke Permisan, Nusakambangan, ia menghabisi nyawa Iwan Zulkarnaen, sesama napi dalam satu sel.

Upaya grasi Rio ditolak Presiden Megawati Soekarnoputri, juga permohonan peninjauan kembali yang ditolak Mahkamah Agung, Rio menghadapi regu tembak Brimob. Lokasi eksekusi di Desa Cipendoh, Cilongok, Banyumas.

Aris Andrianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Kesulitan Identifikasi Satu Korban Ryan
Pembunuh Karyawan Bank Ditangkap
Ryan Akan Jalani Uji Kebohongan
Tubuh Korban Pembunuhan di Apartemen Rasuna Penuh Luka
Polisi Kembali Periksa Penggali Tanah Pekarangan Rumah Ryan
Polisi Kembali Periksa Penggali Tanah Rumah Ryan
Tahanan Tewas Dianiaya Rekan Satu Sel
Halaman Belakang Rumah Ryan Mulai Disisir
Penggalian di Rumah Ryan Diteruskan
Polisi Cari Kendaraan Milik Korban
> selengkapnya...

Referensi

SIAPA KAWAN PEMBUNUH RYAN

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk130115 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data