Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ratusan Ibu Rumah Tangga di Bali Terinfeksi Virus HIV
Rabu, 30 Juli 2008 | 14:12 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Bali menyatakan penularan virus Human Immunodeficiancy Virus (HIV) telah meluas pada kalangan masyarakat umum. Sejak ditemukan pertama kali di Bali pada tahun 1987, virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini telah menginveksi sebanyak 200 ibu rumah tangga dan 185 wanita non Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali.

Koordinator Kelompok Kerja Pengobatan Perawatan dan Dukungan KPA Bali, Tuti Parwati Merati, mengatakan resiko penyebaran HIV/AIDS saat ini tidak hanya sebatas pada pelanggan PSK dan penggunan jarum suntik Narkoba. “Data ini tercatat hingga per tanggal 31 Mei 2008,” kata dia di Denpasar, Rabu (30/7).

Para wanita ini, kata dia, terinfeksi oleh dari suami mereka yang pernah menjadi pelanggan pekerja seks komersial. Para wanita ini terdiri dari berbagai macam profesi, dari karyawan, pedagang, buruh, hingga pegawai negeri sipil (PNS). “Kebanyakan mereka, kata dia, tinggal di Denpasar. Sementara sisanya tersebar di seluruh daerah di Bali.

Menurut dia, tingginya rsiko penularan HIV/AIDS pada ibu rumah tangga dan wanita non-PSK disebabkan rendahnya kesadaran penggunaan kondom pada lelaki pelanggan PSK. Sehingga usai melakukan hubungan intim dengan PSK, lanjut dia, para lelaki ini potensial menularkan ke istrti atau pasangan mereka.

Upaya mengontrol dan mengawasi perawatan pada wanita ini, kata dia, terbilang lebih sulit dibanding dengan pengawasan pada PSK atau pemakai jarum suntik. Pasalnya, hingga kini buruknya pandangan masyarakat terhadap penyakit ini membuat mereka enggan memeriksakan kondisi penyekaitnya.

Direktur Yayasan Citra Usadha Indonesia, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang penganggulangan HIV/AIDS, Made Efo Suarmiartha mengatakan jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi akan semakin bertambah. Pasalnya, banyak dari mereka yang enggan melaporkan kondisi penyakit mereka pada lembaga-lembaga penganggulangan HIV/AIDS.

Dia membenarkan jika kebanyakan para wanita ini terinfeksi dari suami atau pasangan mereka yang pernah menjadi pelanggan PSK atau pengguna jarum suntik narkoba. Dari 14 wanita penderita yang menjadi dampingan lembaganya, Efo mengatakan keseluruhannya tertular dari pasangan mereka. “Mereka tertular dari suaminya,” ujar dia.

Salah seorang ibu tangga yang sedang terinfeksi HIV/AIDS, Made Siti, 55 tahun, mengatakan terinfeksi virus ini sejak tahun 2005 lalu. Suaminya, Made Suparja, 59 tahun, menularinya setelah menjadi pelanggan PSK. ANANG ZAKARIA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129330 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data