|
Primus Lolos Verifikasi Calon Bupati Subang
Rabu, 30 Juli 2008 | 13:30 WIB
TEMPO Interaktif, SUBANG:Pesinetron dan bintang iklan Primus Yustisio akhirnya dinyatakan lolos verifikasi calon unsur independen oleh KPU Kabupaten Subang, Selasa malam (29/7). Primus berhak bertarung memperebutkan kursi Bupati Subang pada 26 Oktober, setelah hasil verifikasi akhir dukungan rakyat Subang terhadapnya dinilai memenuhi persyaratan.
Suami dari pesinetron dan bintang iklan Jihan Fahira itu berpasangan dengan Agus Nurani, Kepala Desa Blanakan yang menjadi calon wakil bupatinya. Pasangan yang kemudian mengusung akronim Prima (Primus-Agus) tersebut sebelumnya menyatakan telah mendapatkan dukungan dari 66 ribu warga Subang dan diberikan ke KPUD.
Proses verifikasi mulai dilakukan di tingkat PPS dan PPK lalu finalisasinya dilakukan di tingkat KPUD selama lebih dari dua pekan. Dari seluruh foto copy KTP dukungan yang diserahkan pasangan Prima ke KPUD yang dinyatakan sah sebanyak 46 ribu orang, sisanya 20 ribu dianggap tidak sah.
Sesuai persyaratan, sebelumnya KPUD Subang telah mematok dukungan minimal buat para pasangan bakal calon dari unsur independen sebanyak 45 ribu orang atau tiga persen dari jumlah penduduk Subang yang berjumlah 1,5 juta orang.
Kecuali pasangan Prima, dua pasangan independen lainnya juga dinyatakan lolos yakni pasangan K.H Ahmad Djuanda dan Nandang Sudradjat yang mengumpulkan dukungan 73 ribu orang, tapi kemudian KPUD mengesahkan dukungannya hanya 49 ribu orang, 23 ribu dinyatakan tidak sah.
Sedangkan pasangan Diding Kurniawan dan Syarif yang semula mengumpulkan dukungan sebanyak 56 ribu orang, setelah melalui verifikasi akhir dukungan yang disahkan KPUD sebanyak 46 ribu orang, 10 ribu lainnya dinyatakan tidak sah.
Pengumuman hasil verifikasi akhir calon independen tersebut molor sehari dari jadwal yang telah ditentukan. Husen Hardjadinata, Ketua KPUD Subang beralasan, pengumuman molor karena mereka ingin proses akhir verifikasi setepat dan seakurat mungkin. "Agar setelah diumumkan tak ada masalah," kata Husen. "Kita juga menjunjung tinggi azas kehati-hatian, supaya akhirnya tidak menimbulkan persoalan hukum."
Nanang Sutisna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|