|
Warga Diminta Tidak Melempari Kereta
Senin, 28 Juli 2008 | 17:13 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi II Bandung, Mateta Rizalullhaq, meminta masyarakat tidak melempari kereta api yang melintas.
”Di musim liga (sepakbola) ini aksi pelemparan yang paling marak,” katanya di Bandung, Senin (28/7). Aksi itu sering menyebabkan pecahnya kaca jendela kereta api.
Aksi pelemparan warga di sepanjang jalur kereta biasanya merupakan aksi balas dendam. Umumnya warga membalas aksi pelemparan suporter tim tertentu yang menumpang dalam kereta. ”Saya harap ini tidak terjadi lagi, kami minta saling menjaga. Ini kan barang mereka juga, barang negara yang dibiayai duit mereka juga,” katanya.
Sebagai antisipasi, PT Kereta Api sudah mengganti sebagian kaca kereta dengan kaca berlapis anti pecah. Karena keterbatasan dana, hal ini baru dilakukan sebatas kaca untuk kereta utama yang berjalan malam hari. ”Kalau kereta ekonomi seperti KRD belum,” katanya.
Padahal, korban utama dari aksi pelemparan ini adalah kereta-kereta ekonomi. Dia mencontohkan, puluhan kaca yang ada di KRD kini bolong-bolong akibat aksi pelemparan itu.
Matetat mengatakan kerugian yang dialami perusahaan itu bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk mengganti satu kaca jendela kereta api saja membutuhkan hingga Rp 500 ribu.
Sejumlah kompetisi sepakbola nasional siap bergulir. Saat ini baru dimulai kompetisi Indonesia Super League. Menyusul bergulir nanti adalah kompetisi Divis Utama Liga Super, Divis I, dan Divisi II.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|