Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pilkada Kota Bandung

Kandidat Walikota Diminta Transparan Kelola APBD
Selasa, 22 Juli 2008 | 21:28 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Calon walikota Bandung yang akan bertarung dalam pemilihan tanggal 10 Agustus mendatang dituntut transparan dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. "Sudah saatnya masyarakat dilibatkan dalam penyusunannya," ujar Koordinator Gema Sabilulungan Rahmat Jabaril dalam sebuah diskusi di Bandung Selasa (22/7).

Gema Sabilulungan adalah organisasi yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Forum Komunikasi Penanggulangan Masalah Saritem, Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat, Koalisi Advokat, Solidaritas Pedagang Tradisional, dan Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung.

Menurut Jabaril, selama ini warga kota Bandung tidak pernah tahu berapa besar anggaran yang digunakan untuk kesejahteraan warga. “Kebijakan yang tidak transparan ini harus dihilangkan oleh walikota Bandung yang terpilih nanti,” ujar aktivis Wahana Lingkungan Hidup ini.

Hal serupa juga diungkapkan aktivis 80-an Fadjroel Rachman. Menurut Fadjroel, APBD Kota Bandung harus transparan dan tepat penggunaannya. Misalnya saja membiayai kesebelasan Persib, seharusnya jangan diambil dari APBD. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan warga kota lainnya ketimbang mengongkosi kesebelasan itu. “Pemerintah bisa menggunakannya untuk dana pendidikan atau kesehatan,” kata dia.

Calon wakil walikota dari perseorangan Nahadi berjanji akan lebih transparan dalam mengelola anggaran milik rakyat itu. Bahkan dia berjanji akan mengatasi kebocoran APBD yang selama ini merugikan masyarakat. “Anggaran yang sekarang sebesar 1,8 triliun rupiah bisa lebih dari dua triliun rupiah jika tidak ada kebocoran,” katanya.

Selain itu, Nahadi juga tidak setuju jika penggunaan APBD Kota Bandung lebih banyak dibelanjakan untuk keperluan belanja aparat. “Saya ingin merealisasikan anggaran pendidikan dua puluh persen agar gaji untuk guru bisa naik,” ujar dosen Universitas Pendidikan Indonesia itu.

Calon walikota Taufikurohman mengatakan, transparansi pemerintahan di Kota Bandung selama ini sulit diakses oleh publik. Akibatnya, kata dia, banyak kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan keinginan warganya. “Kota Bandung selama ini telah diijonkan,” ujarnya.

Rana Akbari Fitriawan



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128747 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data