Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Daerah Tunggu Sosialisasi SKB Hari Kerja
Selasa, 15 Juli 2008 | 20:31 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, masih menunggu salinan Surat Keputusan Bersama 5 Menteri yang mengatur tentang pergeseran hari kerja bagi dunia industri. ”Yang jelas kami akan menjalankannya,” katanya di Bandung, Rabu (15/7).

Meski begitu, Ahmad mengaku sudah mendapat penjelasan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat kunjungannya ke Indramayu, akhir pekan lalu. Karena itu ia akan membuat penjadwalan hari libur bagi industri yang ada bersama Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat.

Menurutnya, isi SKB itu intinya adalah penggiliran hari libur untuk industri. Dengan demikian, beban puncak pemakaian listrik di hari kerja bisa dialihkan sebagian ke hari libur. Sebagian industri, paparnya, akan dialihkan hari kerjanya ke akhir pekan. ”Liburnya digilir,” katanya.

Namun menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Agus Gustiar tak semua industri bisa menggeser hari kerjanya. ”Ada pabrik-pabrik yang sama sekali tidak mungkin mengurangi shift,” katanya di Bandung, Rabu (15/7).

Di antaranya, pengerjaan polimerisasi dan dye finishing di industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Juga pengerjaan pengecoran di industri logam. Kedua jenis industri itu, lanjutnya, tidak mungkin menunda pekerjaannya.

Menurutnya, untuk industri skala besar, pergeseran hari kerja bisa di antisipasi. ”Paling tidak dunia usaha harus punya pegangan pasti mengenai jadwal penggiliran itu,” kata Agus.

Itu baru satu diantara kendala yang dihadapi saat pelaksanaan keputusan bersama pengaturan hari kerja di sektor industri. Lainnya, soal buruh yang akan meminta lembur untuk bekerja di hari libur.

Untuk itu, paparnya, perlu ada prioritas pemberian kompenssi bagi dunia usaha yang bersedia melakukan pergeseran hari kerja. ”Mungkin perlu ada subsidi khusus bagi mereka kalau pemerintah akan memberikan insentif bagi dunia usah ayang mau melakuakn penggiliran,” kata Agus.

Selain itu, kompensasi itu juga diprioritaskan pada industri yang telah melakukan program-program penghematan serta menerapkan pola efisiensi energi. Termasuk, lanjutnya, bagi perusahan yang telah memakai energi alternatif utnuk memasok kebutuhan energinya.

Ahmad Fikri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128274 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data