|
Penderita TBC di Kota Malang Terus Meingkat
Jum'at, 11 Juli 2008 | 19:06 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Penderita tuberculosis atau TBC di Kota Malang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Penyebab kenaikan angka penderita ini karena lingkungan yang makin kotor dan tingkat sosial ekonomi masyarakat yang masih rendah.
Data di Dinas Kesehatan Pemkot Malang menyebutkan jumlah penderita TBC pada tahun 2006 sebanyak 1.096 orang. Pada tahun 2007 ada sebanyak 1.418 orang atau mengalami kenaikan 29 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2008 hingga bulan Mei sudah tercatat ada 572 orang. "Kenaikannya cukup siginifikan," kata Kepala Dinkes Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, Jumat (11/7).
Menurut Enny, kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap TBC masih kurang.
"Mereka menganggap batuk yang diderita hanya batuk biasa. Padahal ada batuk yang jika dibiarkan akan semakin parah dan bisa mengakibatkan kematian," katanya.
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mico Bacterium TB yang menular lewat udara. Penyakit ini juga berkaitan dengan kondisi lingkungan yang lembab dan kondisi tubuh orang yang kekurangan kadar gizi.
Batuk karena TBC memiliki gejala panas tidak terlalu tinggi, berkeringat di malam hari, nyeri dada dan sesak nafas, nafsu makan dan berat badan menurun, dan jika sudah parah keluar dahak yang bercampur darah. Gejala ini berlangsung terus lebih dari dua minggu. Untuk memastikan apa benar penyakit yang diderita TBC, penderita harus segera memeriksanya.
Pengobatan TBC dilakukan dengan paket obat dari Departemen Kesehatan yang dibagikan gratis lewat puskesmas. Paket obat TBC digunakan dalam jangka waktu enam bulan dengan konsumsi setiap hari secara rutin. Jika belum sampai sembuh pengobatan TBC sudah putus, maka pengobatan harus kembali diulang. Agar pengobatan tak sampai putus, maka diperlukan pemantau obat bagi penderita TBC. Bibin Bintariadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|