Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Kediri Minta Wisatawan Tak Mendekati Anak Gunung Kelud
Kamis, 10 Juli 2008 | 14:47 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Pemerintah Kediri meminta agar para wisatan tak mendekati kubah lava yang kerap disebut anak Gunung Kelud yang muncul dari danau kawah dalam radius 1,5 kilometer.

"Karena statusnya masih waspada," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Kabupatan Kediri, Sigit Rahardjo, Kamis (10/7).

Sejauh ini para vulkanolog menyatakan status waspada Gunung Kelud akan dipertahankan hingga tahun 2010. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan, meskipun saat ini gunung berketinggian 1.731 di atas permukaan laut itu sudah memasuki fase tenang, namun masih terjadi guguran material di kubah lava yang kerap disebut anak Gunung Kelud itu.

"Kami akan mengevaluasi Kelud hingga dua tahun ke depan," kata Khoirul Huda, salah seorang vulkanolog yang bertugas di Pos Pemantuan Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Dari pemantauan para vulkanolog, dari tubuh anak Gunung Kelud itu hingga kini terus berjatuhan percikan-percikan gas dan material yang sangat berbahaya bagi manusia. Untuk itu PVMBG Bandung tetap merekomendasikan agar radius 1,5 kilometer tidak didekati oleh siapapun. Selain itu juga masih terjadi aktifitas vulkanik dan tektonik serta gempa hembusan sekitar sepuluh kali dalam sehari.

Dari pantauan Tempo, di titik 1,5 kilometer dari kawah yang kini telah terdegradasi oleh kemunculan anak gunung masih dipasang palang pintu.

Hal itu dilakukan untuk memutus akses naiknya masyarakat yang hendak mendekati Gunung Kelud. Namun, penutupan itu tetap saja dilanggar sejumlah pengunjung. Dengan dipandu warga sekitar, mereka tetap nekat mendekati kawah melalui jalan tikus di lereng-lereng gunung.

Saat ini ketinggian anak gunung sekitar 250 meter dari permukaan kawah dengan diameter sekitar 400 meter. Dari rekaman seismograf hanya terjadi rata-rata 7 sampai 10 kali gempa hembusan per hari. Padahal saat awal kemunculan anak gunung, gempa hembusan bisa mencapai ribuan kali. Secara visual hanya terlihat asap putih dari sekitar anak gunung tanpa diikuti lava pijar. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malang Diguyur Abu Gunung Semeru
Semeru Siaga, Pendakian Hanya Sampai Kalimati
Gunung Kerinci Berstatus Waspada
Status Gunung Gamalama Meningkat Jadi Waspada
Gunung Ibu di Halmahera Barat Siaga
Status Gunung Papandayan Masih Waspada
Warga Sekitar Gunung Egon Mulai Sesak Nafas
Warga di Sekitar Egon Agar Direlokasi
Gunung Berapi Egon Meletus
Warga Nekat Masuk ke Terowongan Gunung Kelud
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk127919 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data