Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

29 Warga Kabupaten Malang Menderita Kaki Gajah
Rabu, 02 Juli 2008 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penderita penyakit menular filariasis atau penyakit kaki gajah di Kabupaten Malang cenderung meningkat. Dinas Kesehatan setempat mencatat kini ada 29 penderita kaki gajah yang tersebar di 13 dari 33 kecamatan.

Menurut Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Agus Suprijanto, terakhir pihaknya menemukan dua penderita kaki gajah di Desa Wadanpuro dan Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang.

Terakhir, Dinas Kesehatan setempat menemukan dua penderita kaki gajah di dua desa di Kecamatan Bululawang; masing-masing Musriah, 73 tahun, warga RT 18 RW 04 Desa Wadanpuro, dan Sodiktarno, 48 tahun, warga RT 1 RW 1 Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang.

"Total, penderita yang kami temukan sejak 2002 hingga sekarang 29 orang dan tersebar di 13 kecamatan. Dari 29 penderita, ada tiga orang remaja," kata Agus di kantornya di Kecamatan Kepanjen, Rabu (2/7).

Ketiga belas kecamatan yang dimaksud Agus yakni Kepanjen, Bululawang, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Poncokusumo, Gedangan, Bantur, Gondanglegi, Pagak, Dampit, Ngajum, Dau, dan Pujon.

Namun, Agus belum dapat memastikan daerah endemis penyakit gajah di Kabupaten Malang lantaran pihaknya tidak menemukan nyamuk mansonia atau micro filariasis di sekitar rumah penderita. Nyamuk mansonia merupakan salah satu nyamuk pembawa cacing filaria—cacing penyebab terjadinya kaki gajah—dan menularkannya pada manusia.

Agus menduga, penderita kaki gajah bisa lebih banyak lagi. Masalahnya, tidak semua penderita mau melaporkan penyakitnya karena malu. Orang yang terkena penyakit kaki gajah sering merasa terkena penyakit kutukan.

Untuk mencegah bertambahnya penderita penyakit kaki gajah, kata Agus, selain menggiatkan penyuluhan, Dinas Kesehatan giat mengambil sampel darah dengan tetes tebal pada malam hari kepada sejumlah warga di sekitar tempat tinggal penderita penyakit kaki gajah, pemberian salep antijamur, pengobatan massal menggunakan obat DEC (diethyl carbamazine citrate) yang dikombinasikan dengan pemberian albendazol, dan parasetamol dengan dosis tunggal sekali setahun selama minimal lima tahun. Abdi Purmono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk127355 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data