|
Pasokan Kayu Jawa Barat Timpang Akibat Pembalakan Liar
Selasa, 01 Juli 2008 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Anang Sudirna mengatakan, pasokan kayu di Jawa Barat timpang akibat maraknya pembalakan liar.
Saat ini terjadi ketimpangan untuk pemenuhan kebutuhan industri dibandingkan produksi kayu yang ada. Data tahun lalu, kebutuhan mencapai 6 jtua meter kubik untuk industri kayu dan pengolahannya di Jawa Barat saja.
Sementara produksi kayu yang ada kurang dari setengahnya. Produksi kayu dari hutan negara hanya 235 ribu meter kubik setahunya, sementara dari hutan rakyat hanya menghasilkan 1,6 jtua sampai 1,8 juta meter kubik. ”Sebenarnya tidak usah jual ke luar (Jawa Barat), ke dalam juga masih kekurang,” katanya.
Dulu, kekurangan itu dipasok oleh kayu asal luar Jawa seperti dari Kalimantan. Tapi semua daerah telah menurunkan produksi kayu mereka selain angka produksi nasional juga diturunkan. Pasokan yang ada, lanjutnya, kendati masih ada jumlahnya menurun.
Sementara itu, perambahan hutan yang terjadi sepanjang 1998-2005 sudah menghilangkan hutan seluas 22 ribu hektar. Nilainya setara dengan Rp 1,6 triliun. Kebanyakan pembalakan terjadi di wilayah Priangan seperti Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Saat ini, menurut Anang, posisi hutan di Jawa Barat tinggal tersisa 21 persen dari luas daratan Jawa Barat. Padahal idealnya jumlah hutan itu mencapai 30 persennya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|