|
Pemkot Surabaya Undang Investor Olah Sampah di LPA Benowo
Selasa, 01 Juli 2008 | 18:48 WIB
TEMPO Interaktif, SURABAYA:Meski tempat pembuangan akhir Benowo masih mampu menampung sampah 5 hingga 10 tahun ke depan, saat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya membuka lelang bagi investor yang mempunyai teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.
Hidayat Syah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengatakan sedikitnya 10 investor dalam dan luar negeri telah mengajukan penawaran, diantaranya dari Thailand, Singapura, Eropa dan Australia.
Lelang proyek pengolahan sampah ini dilakukan karena Lahan Pembuangan Akhir (LPA) Benowo seluas 37 hektar, tinggal sepertiga lahan yang kosong. ‘’Lahan semakin sempit, mencari lahan tambahan juga susah, pengolahan sampah tidak bisa dilakukan secara tradisional lagi dengan ditumpuk,’’ kata Hidayat ketika ditemui di sela-sela temu kader lingkungan di Taman Flora, Selasa (1/7).
Setiap hari, satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah di kota Surabaya itu, harus menerima kiriman sampah organik mencapai 1.400 ton dari pasar, dan rumah tangga. ‘’Memang belum overload, karena warga sudah melakukan pengolahan sampah mandiri, yang dilakukan warga untuk sampah an organik dan sebagian organik, tapi tetap perlu dicari terobasan baru pengolahan sampah,’’ katanya.
Pemerintah kota, lanjut Hidayat saat ini masih menjalankan pra feasibility studies (studi kelayakan) proyek tersebut. Meski belum jelas teknologi yang ditetapkan pemerintah kota, menurut Hidayat, teknologi yang ditawarkan tidak sekedar mengolah sampah, tapi juga mampu mengolah air lindi yang mengandung gas metan yang dihasilkan sampah. ‘’Jika diolah, gas metan bisa dimanfaatkan untuk sumber energi listrik,’’ katanya. Yekthi HM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|